Mahasiswa Undika Buat Alat Saturasi Oksigen Mandiri

Rizky Hadi Saputra, Mahasiswa Undika yang membuat alat saturasi oksigen mandiri (Foto: dok. Humas Undika)

[ad_1]

Mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) membuat alat untuk monitoring saturasi oksigen secara mandiri. Hasilnya akan langsung terhubung melalui website.

Mahasiswa S1 Teknik Komputer yang memiliki ide tersebut adalah Rizky Hadi Saputra. Dia mengatakan, dengan alat itu keluarga pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah bisa memantau sendiri saturasinya.

Alat monitoring saturasi oksigen ini juga meringankan pekerjaan para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas. Sebab, hasil dari pengecekannya bisa langsung masuk ke website, monitoringsaturasi.online.

“Selain itu, alat ini juga bisa digunakan para nakes untuk memantau pasien Covid-19 dari jarak jauh,” kata Rizky, Kamis, 10 Maret 2022.

Rizky mengungkapkan, alat tersebut dibuat dengan memanfaatkan teknologi 3D printing dan dilengkapi bahan-bahan Wemos D1 Mini sebagai microcontroler dan wifi Max30102 sebagai sensor eksimetri saturasi oksigen (Sa02). 

Selain itu, alat berukuran panjang 8,4 cm dan lebar 3 cm juga dilengkapi Oled 0.96 inch berfungsi untuk menampilkan hasil di layar serta Buzzer sebagai penanda jika hasil saturasi di bawah 90. 

“Agar bekerja, alat saturasi ini harus disambungkan ke power bank atau batere internal sebagai daya untuk menyalakan alat secara otomatis,” jelasnya.

Setelah itu, pasien yang melakukan pengecekan saturasi bisa langsung memasukkan jari dan mendekatkan pada sensornya, lalu menunggu sekitar 10 detik untuk mengetahui hasilnya. 

“Hasilnya nanti akan tampak di layar dan tersambung langsung di website sesuai dengan nama yang sudah diinputkan sebelumnya. Jika hasil saturasi di bawah 90%, alat akan otomatis berbunyi dan memberi peringatan,” ucapnya.

Alat yang dirancang Rizky selama empat bulan tersebut juga sudah diujicobakan ke beberapa orang, dengan akurasi 99 persen. Ia pun berharap alat tersebut dapat digunakan oleh masyarakat.

Meski demikian, kata Rizky, alat tersebut masih perlu dikembangkan lagi. Khususnya di bagian tampilan agar lebih mudah memperlihatkan hasil saturasi oksigen pasien Covid-19.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.