Makam Gus Dur Ditutup, Ratusan Peziarah Tetap Datang

Ratusan peziarah datang silih berganti di Makam Gus Dur. Namun karena kawasan terminal masih ditutup, bus yang membawa mereka parkir di depan terminal. (Foto: istimewa)

[ad_1]

Belum dibukanya Makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng tak menyurutkan minat peziarah untuk tetap datang. Seperti yang terlihat pada Sabtu, 29 Mei 2021, ratusan peziarah datang silih berganti. Namun karena kawasan terminal masih ditutup, bus yang membawa mereka harus parkir di depan terminal.

Zainuddin, 55, salah satu peziarah asal Sragen, Jawa Tengah, mengatakan, dirinya mengaku tak tahu jika Makam Gus Dur masih ditutup. “Kami ini rombongan ziarah lima wali. Tadi di makam Sunan Ampel Surabaya sudah dibuka, ke sini untuk mampir. Ternyata masih ditutup,” katanya.

Karena sudah terlanjur datang, ia dan peziarah lainnya hanya bisa berjalan-jalan di kawasan terminal dan sekitar Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari.

“Bus diparkir di luar terminal, pintu gerbangnya dibuka separo, hanya bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala UPT Terminal Makam Gus Dur Tukiran menjelaskan, area makam Gus Dur begitu juga dengan terminalnya masih ditutup untuk umum.

“Untuk makam Gus Dur masih ditutup. Makam itu kewenangannya pondok,” ucapnya.

Sedangkan pihaknya, kata Tukiran, hanya mempunyai otoritas terkait terminal. Jadi kalau makam ditutup, otomatis terminal juga ditutup.

Sebelumnya, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz menyebut, jika area makam dibuka, risiko terhadap penularan Covid-19 akan sangat besar. Karena letaknya sangat dekat dengan beberapa area asrama santri.

Terlebih, peziarah yang datang berasal dari daerah jauh. Sehingga pihaknya tidak mau mengambil risiko yang bisa menyebabkan terjadinya penyebaran Covid-19.

Meski begitu, para peziarah, setiap hari masih banyak berdatangan. Mereka memanjatkan doa di luar pagar pesantren meskipun sudah ada larangan dengan surat edaran dan imbauan.

Gus Kikin, sapaan akrab KH Abdul Hakim Mahfudz, menuturkan itu merupakan hak dari peziarah. Namun, untuk makam tetap akan ditutup. “Kalau tahlil di luar makam bukan menjadi bagian tanggung jawab kami,” tuturnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.