Masjid LDII Dipel jika Dipakai Salat Orang Lain? Kata Ketumnya

  • Bagikan
Ketua Umum LDII Chriswanto  Santoso membantah kabar masjid LDII mengepel lantai 7 kali jika ada jemaah non LDII salat di dalamnya. (Foto: Istimewa)


Ada kelompok tertentu yang sengaja ingin mengucilkan anggota Lembaga Dakwah Islam Undonesia (LDII). Mereka mengembang isu seakan LDII oraganisasi Islam eksklusif, tidak mau bersentuhan dengan organisasi atau umat  Islam lainnyannya, kecuali LDII.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP LDII Chriswanto  Santoso, saat dihubungi ngopibareng.id Jumat 14 Mei 2021.”Begitu nyinyirnya pada LDII, sampai tega membuat isu masjid LDII tidak boleh dipergunakan untuk salat  bukan jemaah LDII. Kalau sampai terlanjur, maka lantai yangbekas dipakai salat orang lain harus dipel tujuh kali. Tolong tunjukkan di mana kejadiannya, kalau bisa membuktikan akan saya beri penghargaan,” kata Chriswanto.

Menurut Chriswanto, LDII itu organisasi Islam yang terbuka tapi tidak keluar dari bingkai Quran dan Hadis. “Ada anggota LDII waktu salat Subuh memakai qunut, waktu salat Tarawih kemarin ada yang 23 rakaat ada yang 11 rakaat, nggak ada masalah. Baru menjadi masalah kalau ada anggota LDII yang sampai tidak salat subuh,” ujar Chriswakto sambil tertawa.

Fungsionaris DPD Golkar Jawa Tiimur itu mengakui untuk menghilangkan mindset yang bertujuan untuk mengucilkan LDII tersebut, perlu kesabaran dan waktu. Ini juga merupakan tugas bagi seluruh anggota LDII untuk meluruskannya.

Yang menilai LDII eksklusif  karena mereka tidak  melihat LDII berdakwah secara terbuka seperti Muhammadiyah dan NU. Menjawab pandangan ini Chriswanto, menjelaskan bahwa hakekat berdakwah itu dua, dakwal billisan sepeti ceramah dan dakwal bil hal, atau dengan karya nyata melalui ekomomi keumatan, tapi bukan berarti LDII tidak mengambil peran dalam dakwah bil lisan, katanya.

“LDII sebenarnya membagi peran dengan NU, Muhammadiyah. Al Irsyad, Al Wasilah dan ormas Islam lain menurut garapan masing masing untuk membangun Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Chriswanto.

Ketua Umum DPP yang baru terpilih dalam Munas LDII IX Maret 2021, menjelaskan untuk membangun ekonomi keumatan LDII mendapat dukungan pemerintah. Bahkan Presiden Jokowi menawarkan program untuk LDII. “Nanti saya beberkan sektor ekonomi yang berhasil digarap dan dikembangkan LDII,” janji Chriswanto.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *