Masuk Mal Wajib Vaksin, Ojol Surabaya Mengeluh Kesulitan Bekerja

  • Bagikan
Humas PDOI Jatim, Daniel Lukas Rorong. (Foto: Istimewa)


Pusat perbelanjaan atau mal di sejumlah di Surabata sudah dibuka sejak Selasa 10 Agustus 2021 lalu. Pengunjung mal wajib menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas yang berjaga di mal menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Ternyata, syarat sertifikat vaksinasi ini dikeluhkan banyak ojek online. Mereka yang sebagian belum divaksin, tak bisa masuk ke dalam untuk mengambil orderan makanan pelanggan.

Hal ini diungkapkan oleh Daniel Lukas Rorong, Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur. Pasalnya, tak sedikit ojek online yang belum menjalani vaksin karena belum terlayani program vaksinasi. Atau karena alasan tertentu, misal habis terpapar virus Covid-19. Sehingga belum bisa mendapatkan layanan vaksinasi.

Termasuk kapasitas memori smartphone yang mereka miliki terbatas, sehingga tidak dapat mengunduh aplikasi yang diperlukan. “Beberapa faktor inilah yang dikeluhkan oleh rekan-rekan ojek online,” kata Daniel kepada Ngopibareng.id, Jumat 20 Agustus 2021.

Menurut Daniel, syarat vaksinasi untuk masuk mal merugikan rekan-rekan ojek online yang belum melakukan vaksinasi, terutama yang setiap harinya menggantungkan hidup sebagai pengemudi ojol.

Selain harus membatalkan pesanan, rekan-rekan ojek online juga mengeluhkan nasib beberapa waktu ke depan. Sebab tak bisa lagi melayani pelanggan yang memesan makanan di mal sebelum melakukan vaksin.

“Terpaksa orderan mengambil makanan di dalam mal, dicancel dulu. Atau meminta bantuan rekan seprofesi yang kebetulan berada di sekitar pintu masuk mall,” ungkap Daniel.

Meski begitu, menurutnya saat ini pihak aplikator juga menempatkan helper di beberapa pintu masuk utama mal di Surabaya. Mereka membantu mengambilkan makanan bagi ojol yang belum mempunyai sertifikat vaksin.

“Saya mengapresiasi kebijakan aplikator yang memberikan solusi seperti penempatan helper,” ucap Daniel yang menjadi salah satu pemggugat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 108 tahun 2017 yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Daniel juga berharap untuk percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal, khususnya untuk rekan-rekan driver online, baik roda empat pun roda dua yang belum mendapatkan layanan vaksinasi.

“Intinya, kami mendukung pemerintah terkait program vaksinasi, khususnya untuk rekan-rekan driver online. Dan saya mengimbau pada rekan-rekan driver online untuk segera melakukan vaksinasi bagi yang sudah memenuhi syarat,” kata Daniel.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *