Melihat dari Dekat Athletes’ Village Olimpiade Tokyo 2020

Tampak luar Athletes' Village. (Foto: Dok KBRI Tokyo/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Jepang sebagai negara tuan rumah perhelatan Olimpiade ke-32 menetapkan tempat khusus bagi para atlet mancanegara menginap sementara. Adalah Athletes’ Village atau perkampungan atlet yang berlokasi di Harumi, sebuah distrik di Pulau Chuo, Tokyo. Olimpiade Tokyo 2020 itu sendiri berlangsung sejak 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini olimpiade Tokyo digelar di tengah pandemi Covid-19. Sehingga turnamen terbesar di dunia ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Termasuk di dalam kompleks Athletes’ Village. Tim Indonesia terdiri dari 28 atlet dan 17 ofisial untuk Olimpiade Tokyo menempati Tower 5 lantai 16.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi sempat berkunjung ke Athletes’ Village. Tujuannya melihat dari dekat tempat menginap para atlet.

Bersama dengan Chef de Mission (CdM/Ketua Kontingen Indonesia) Rosan P. Roeslani yang tinggal di sana, keduanya memastikan situasi di Athletes’ Village tetap nyaman meski menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Kondisi di dalam aman sekali, tetapi sangat ketat. Para atlet Indonesia dalam kondisi sehat dan siap mengikuti pertandingan dalam Olimpiade Tokyo,” kata Heri Akhmadi.

Heri menambahkan, bentuk ruangan di Athlete’s Village menyerupai apartemen. Satu apartemen diisi delapan orang. Di mana per kamarnya diisi dua orang. Toiletnya berada di luar kamar. Sementara yang unik, tempat tidurnya terbuat dari kardus yang dapat didaur ulang.

 

Tempat tidur para atlet Olimpiade Tokyo yang terbuat dari kardus dan bisa didaur ulang (Foto: Dok KBRI Tokyo/Ngopibareng.id)
Tempat tidur para atlet Olimpiade Tokyo yang terbuat dari kardus dan bisa didaur ulang (Foto: Dok KBRI Tokyo/Ngopibareng.id)

Athletes’ Village sebagai Warisan Kota

Athletes’ Village Olimpiade Tokyo dikelilingi oleh venue olahraga. Lokasi Athletes’ Village itu dekat dengan perairan teluk Tokyo di pusat kota. Bagunan tersebut terdiri dari 24 gedung, yaitu 21 gedung tingkat menengah, 2 tower dan 1 fasilitas retail dengan jumlah total 5.682 unit.

Pembangunannya menggunakan skema kerja sama antara Pemerintah Kota Tokyo dengan konsorsium perusahaan konstruksi Jepang yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota. Pihak konsorsium kemudian membangun gedung dan berbagai fasilitas lainnya.

Selama pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, bangunan untuk Athletes’ Village itu disewakan kepada Tokyo Organising Committee of Olympic and Paralympic Games (TOGOC). TOGOC melakukan perbaikan konstruksi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan standar International Olympic Committee (IOC) dan International Paralympic.

Athletes’ Village dalam gelaran Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo ini menjadi warisan Kota Tokyo, sebagai simbol keberagaman, keberlanjutan dan gaya hidup sehat.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.