Melihat Vaksinasi Covid-19 Sistem Drive Thru di Banyuwangi

Salah seorang pelaku wisata menerima suntikan vaksin covid-19 astrazeneca tanpa harus turun dari sepeda motornya. (Foto: Muh Hujaini /Ngopibareng.id)

[ad_1]

Puluhan pengendara sepeda motor tampak berhenti di bawah tenda yang berada di halaman gedung utama kompleks Gedung Olah Raga (GOR) Tawangalun, Banyuwangi, Kamis, 3 Juni 2021.

Sebagian dari mereka ada yang mengendarai mobil. Untuk mobil sudah disediakan tenda tersendiri yang terpisah dengan tenda sepeda motor.

Di bawah tenda itu tampak beberapa orang yang sudah menyiapkan secarik kertas bagi masing-masing orang yang datang. Kertas itu berisi materi screening tentang kondisi masing-masing sebelum mereka menjalani vaksinasi.

“Mereka tidak perlu turun dari kendaraan. Begitu masuk area gor akan dipilah mobil dan sepeda motor. Saat masuk area layanan akan dibagikan kertas screening yang ngisinya cuma dicentang saja,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono.

Puluhan warga ini merupakan para pelaku wisata di Banyuwangi. Mereka datang ke area GOR Tawangalun, Kecamatan Giri, Banyuwangi untuk menjalani vaksin covid-19 dengan sistem drive thru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi membuat terobosan pelaksanaan vaksinasi dengan sistem drive thru. Tujuannya untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 di kota di ujung timur Pulau Jawa.

“Hari ini memang kita mulai layanan vaksinasi secara drive thru. Ini sebagai salah satu upaya percepatan vaksinasi kepada warga Banyuwangi,” sambung pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini.

Setelah mengisi materi screening, para pelaku wisata ini menuju tenda berikutnya, yakni tenda pemeriksaan tekanan daerah. Bagi yang lolos pada pemeriksaan tekanan darah ini akan langsung diarahkan masuk ke tenda vaksinasi. Saat menjalani pemeriksaan tekanan darah dan vaksinasi ini, warga tidak perlu turun dari kendaraan. Petugas yang akan mendekat untuk melaksanakan vaksinasi.

Pelaku wisata yang mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan sistem Drive thru menerima kertas berisi materi screening sebelum menjalani vaksinasi covid-19 (Foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id)
Pelaku wisata yang mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan sistem Drive thru menerima kertas berisi materi screening sebelum menjalani vaksinasi covid-19 (Foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

Usai menerima suntikan vaksin, masuk tahapan akhir vaksinasi yakni masa observasi. Untuk pelaku usaha yang mengendarai mobil bisa menjalani tahapan observasi di dalam kendaraannya. Bagi pengendara motor disediakan tempat duduk di bawah pepohonan yang rindang di sekitar GOR. Tahapan observasi ini berlangsung selama 15 menit. 

Agar peserta vaksinasi tidak langsung meninggalkan tempat sebelum tahapan observasi usai, Satgas memiliki jurus tersendiri. Sertifikat vaksinasi baru diberikan setelah 15 menit sembari menunggu hasil observasi.

“Sertifikat vaksinasi baru kita berikan setelah tahapan observasi selesai. Itu cara kita supaya mereka tetap menjalani observasi selama 15 menit. Yang sudah mendapatkan sertifikat bisa meninggalkan tempat,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Rio ini mengatakan, pelaku wisata ini meliputi anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia di Banyuwangi yang meliputi hotel, restoran dan seluruh pegawainya, pemandu wisata, dan juga travel agen. 

Pelaku wisata yang sudah terdata untuk menjalani vaksinasi covid-19 dengan sistem Drive thru ini berjumlah 1.700 orang. Satgas Banyuwangi mentargetkan untuk vaksinasi sasaran kelompok pelaku wisata ini bisa tuntas 4 sampai 5 hari ke depan.

Dari proses screening hingga penyuntikan vaksin  estimasi waktunya kurang lebih 10 sampai 15 menit. Sehingga total waktu dengan tahapan observasi sekitar 30 menit.

“Perhari kami targetkan bisa melakukan vaksinasi kepada 400 orang. Kita mulai pukul 08.00 sampai sore,” bebernya.

Dengan layanan drive thru ini, akan mempercepat alur layanan pelaksanaan vaksinasi. Karena dengan sistem ini, warga atau kelompok sasaran vaksinasi yang sudah ditetapkan tidak harus datang ke tempat layanan.  Warga bisa menerima layanan ini dengan tetap berada diatas mobil atau motor selama layanan. Tidak perlu parkir atau turun kendaraan.

Jika sasaran kelompok pelaku wisata telah selesai, vaksinasi Drive thru akan dilanjutkan pada kelompok sasaran pelaku transportasi sepert sopir angkot, ojek, ojek online maupun ojek offline dan sasaran lain dari pelaku transportasi.

“Setelah itu sesuai kajian yang kita lakukan Insya Allah masyarakat umum juga bisa menikmati layanan vaksinasi secara drive thru ini. Syaratnya hanya satu ber-KTP Banyuwangi, itu saja,” ungkapnya.

William, 24 tahun, salah satu pelaku wisata yang menjalani vaksinasi sistem Drive thru mengaku sangat senang bisa mendapatkan vaksinasi covid-19. Apalagi vaksinasi dilaksanakan dengan sistem Drive thru.

“Karena kita sebagai pelaku wisata bertemu dengan banyak orang sehingga cukup rawan,” jelas warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro ini.

Dengan sistem seperti ini, menurut pelaku wisata perhotelan ini proses vaksinasi tidak perlu antri. Prosesnya pelaksanaan vaksinasi juga relatif cepat.

‘Pelaku wisata bisa langsung datang ke GOR untuk mengikuti vaksinasi,” ujar pria yang bekerja di sebuah hotel berbintang di wilayah Bali ini.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.