Menang di Wimbledon, Djokovic Raih Juara Grand Slam ke-20

Petenis asal Serbia Novak Djokovic usai mengalahkan lawannya di final tunggal putra Wimbledon Minggu kemarin.  (Foto: Peter van den Berg/USA TODAY Sports)

[ad_1]

Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, 34 tahun, merebut gelar juara Wimbledon keenam kalinya, Minggu kemarin. Setelah dalam final tunggal putra mengalahkan petenis Italia Matteo Berrettini dengan angka 6-7 (4), 6-4, 6-4, 6-3.

Dengan kenenangan ini berarti Djokovic telah meraih 20 gelar Grand Slam. Raihan ini menyamai dua petenis lainnya, Roger Federer dan Rafael Nadal.

Mengenai Roger Federer dan Rafael Nadal, Djokovic  mengatakan, “Saya harus memberikan penghormatan yang besar kepada Rafa dan Roger. Mereka adalah legenda. Legenda olahraga kita. Mereka adalah dua pemain terpenting yang pernah saya hadapi dalam karir saya,” kata Djokovic, 34 tahun dari Serbia.

“Mereka, saya pikir, adalah alasan saya berada di tempat saya hari ini. Mereka telah membantu saya menyadari apa yang perlu saya lakukan untuk berkembang, menjadi lebih kuat secara mental, fisik, dan taktik.”

Federer mentweet ucapan selamatnya tak lama setelah pertandingan berakhir, menulis, “Performa yang luar biasa, bagus sekali!”

 Novak Djokovic (kiri) usai mengalahkan lawannya Matteo Berrettini  (kanan) dalam final tunggal putra Wimbledon Minggu kemarin.  (Foto: Peter van den Berg/USA TODAY Sports)
 Novak Djokovic (kiri) usai mengalahkan lawannya Matteo Berrettini  (kanan) dalam final tunggal putra Wimbledon Minggu kemarin.  (Foto: Peter van den Berg/USA TODAY Sports)

Djokovic sekarang menjadi satu-satunya pemain sejak Rod Laver pada 1969 yang memenangkan tiga turnamen besar pertama dalam satu musim. Kini dia mengincar Grand Slam di AS Terbuka, yang dimulai pada 30 Agustus.

Ini adalah final mayornya yang ke-30. Hanya Federer yang bermain lebih banyak dalam final, yaitu 31. Bagi lawannya,  Matteo Berrettini pemain berusia 25 tahun dari Italia yang menjadi unggulan nomor 7, adalah final pertama dalam Grand Slam. “Mudah-mudahan,” kata Berrettini, “ini bukan yang terakhir bagi saya,” kata Matteo Berrettini seperti dikutip Al Jazeera. (nis)



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.