Menengok Kehebohan di Balik Panggung Binaraga Profesional

[ad_1]

Bukanlah hal yang mudah menjadi seorang atlet binaraga profesional. Semua waktu dan tenaga yang telah mereka curahkan untuk membentuk badan terkadang tak sebanding dengan hasil yang didapat. Penghargaan yang mereka terima berkat tubuh kekarnya pun tak seberapa. Hanya segelintir yang berhasil mengangkat namanya sebagai binaragawan paling sukses di dunia.

Suatu hari, fotografer Berlin Nikolas-Petros Androbik mendapati dirinya terkepung di antara lelaki dan perempuan berotot besar yang murah senyum. Mereka tengah menikmati keseruan usai berkompetisi di International German Championship, yang diselenggarakan akhir tahun lalu oleh Asosiasi Binaraga dan Kebugaran Jerman.

Androbik menghadiri ajang pamer otot tak semata-mata untuk mengabadikan jalannya acara, melainkan terpesona oleh penampilan para kontestan dan dedikasi mereka untuk memiliki bentuk tubuh yang sempurna. “Sungguh menakjubkan melihat pencapaian mereka,” katanya kepada VICE. Menurutnya, meski dia masih sulit memercayai asupan daging yang dikonsumsi binaragawan setiap harinya, Androbik sangat terkesan dengan “ketekunan, stamina dan fokus” para atlet.

Dia datang ke acara ini juga untuk menyemangati temannya, Sven Georgewitsch, yang rajin mengikuti kompetisi. Dalam kesempatan ini, Sven membawa pulang hadiah utama untuk kategori fisik klasik. “Saya turut berbahagia untuknya,” tutur Androbik.

Menyaksikan peserta bergiliran memamerkan otot cukup membosankan bagi Androbik, sehingga dia bergegas menyaksikan kehebohan di belakang panggung. Dia awalnya sempat jiper berada di sekeliling orang bertubuh kekar, tapi segera menyadari bahwa mereka hanyalah sekumpulan orang supel nan ramah yang menyambut kehadirannya dengan senang hati. “Mereka senang ada yang bersedia memfoto mereka secara berbeda,” ungkapnya.

Androbik begitu totalitas memainkan flash kameranya, menyoroti setiap detail lekuk tubuh atlet yang sempurna bak dewa Yunani. Cat perunggu yang melumuri tubuh membuat penampilan mereka semakin berkilap.

Menurut Androbik, memotret subjek sehabis kompetisi tidak sulit sama sekali. Dia yakin para kontestan terlihat lebih lepas dan bebas di belakang panggung karena telah menumpahkan segala kerja keras mereka. Tak ada lagi pantangan dan batasan yang menghalangi mereka begitu turun dari panggung. Mereka sadar pekerjaannya sudah selesai, kata Androbik. Itulah sebabnya mereka semua tersenyum saat Androbik membidikkan kamera ke arah mereka.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.