Mengasah Kreativitas dengan Seni Origami

  • Bagikan
Ilustrasi origami hewan dari kertas warna-warni. (Foto: Istimewa)


Anda pernah melipat kertas menjadi bentuk burung, bunga, atau serangga? Kegiatan melipat kertas tersebut dikenal sebagai kerajinan origami.  Kesenian origami bisa melatih kemampuan kreatifitas kamu karena bentuknya yang bermacam-macam.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), origami seni melipat kertas dari Jepang.  Origami berasal dari bahasa Jepang “ori” yang memiliki arti lipatan dan “gami” yang berati kertas.

Dikutip dari buku buku Seni Origami (2008) karya Hira Karmachela, origami adalah seni melipat kertas atau sesuatu (menampilkan bentuk dari burung, serangga, dan bunga) yang dihasilkan dari melipat kertas.

Sejarah Origami

Dilansir dari buku The World Of Origami (1965) karya Isao Honda, sejarah origami diperkirakan bermula ketika manusia mulai memproduksi kertas. Produksi kertas terjadi pada abad pertama sekitar tahun 105 Masehi di Tiongkok (China) oleh Ts’ai Lun.

Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas dibawa ke Spanyol oleh orang Arab dan juga ke Jepang pada tahun 610 Masehi oleh seorang biksu Budha bernama Doncho (Dokyo) dari Goguryeo (semenanjung Korea). Dia memperkenalkan kertas dan tinta pada masyarakat Jepang di masa pemerintahan Kaisar wanita Suiko.

Origami menjadi populer di kalangan orang Jepang sejak saat itu dan turun-temurun. Origami menjadi salah satu kebudayaan yang diakui orang Jepang dalam agama kepercayaan Shinto. Pada zaman Heian (741-1191 Masehi) origami dipercaya telah digunakan sebagai penutup botol sake (arak) ketika upacara penyembahan di kalangan kaum biksu Shinto, wanita dan anak-anak.

Origami atau seni melipat kertas dari Jepang. (Foto: Istimewa)

Pada masa tersebut, origami dikenal dengan julukan orikata atau origata, orisui, ataupun orimino. Zaman Kamakura (1185-1333), bentuk origami yang dikenal disebut noshi. Noshi berasal dari singkatan kata noshi-awabi, yang artinya daging tiram tipis yang dijemur dan dianggap sebagai hidangan istimewa para orang Jepang. Noshi dianggap sebagai pembawa keberuntungan bagi siapa saja yang menerimanya.

Pada masa itu memotong kertas menggunakan pisau masih diperbolehkan. Peraturan zaman Muromachi (1338-1573) penggunaan pisau untuk memotong kertas telah dihentikan. Origami berkembang dan dijadikan alat untuk memisahkan masyarakat golongan kelas atas dan kelas bawah. Para samurai mengikuti ajaran Ise, sedangkan masyarakat biasa mengikuti ajaran Ogasawara.

Origami dari masa ke masa menjadi begitu identik dengan budaya Jepang dan diwariskan secara turun-temurun. Origami menggunakan kertas asli Jepang yang disebut washi dan menjadi bagian penting pada upacara adat keagamaan Shinto yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Kertas washi memiliki serat yang lebih panjang, tahan lama, tidak mudah lusuh dan robek. Washi juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan uang kertas Di Jepang, karena tidak mudah lusuh dan robek.

Manfaat Origami sebagai Media Belajar

1. Membantu meningkatkan kemampuan berpikir

Mengajarkan siswa untuk membuat origami juga membantu meningkatkan kemampuan otak dan berpikir. Hal itu telah ditunjukkan dalam meningkatkan ketrampilan visualisasi spasial dengan menggunakan tangan sebagai alat belajar, ketrampilan ini memungkinkan siswa untuk bisa memahami mengenai dunia sekitar.

2. Belajar berkreativitas

Model origmai sudah semakin berkembang dan beragam, bukan hanya yang tradisional seperti perahu kertas, pesawat, burung, atau ikan. Jadi siswa tinggl memilih model apa yang disukainya, seiring dengan hal tersebut, siswa juga sudah mahir dalam melipat berbagai macam model dan berbagai gagasan baru akan muncul, hal itu menandakan bahwa siswa berkreasi untuk menghasilkan sesuatu atau bisa menciptakan mainan hasil karya sendiri dan tentu siswa akan merasa bangga atas pencapainnya tersebut.

3. Belajar mengikuti arahan

Bermain seni origami tentu tak luput dari pikiran, dengan belajar origami, siswa akan mengikuti tahap demi tahap lipatan dengan seksama, seperti membuat berbagai macam hewan, mengenal bentuk geometris dengan sederhana dan masih banyak lagi, para siswa juga akan belajar untuk mengikuti petunjuk dan arahan dari guru atau orangtua.

4. Membaca gambar atau diagram

Selain diarahkan oleh guru dan orang tua, siswa juga bisa belajar origamu melalui animasi, diagram, atau gambar dari sebuah buku origami, namun tetap harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa agar tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya. Semakin sering siswa berlatih dengan diagram, maka akan membantu meningkatkan kemampuan mebaca diagramnya, proses tersebut juga akan membantu merangsang logika siswa untuk memikirkan rangkaian hingga pada tahap penyelesaian.

5. Belajar menemukan solusi

Di setiap diagram origami terdapat beberapa tahapan yang merupakan rangkaian persoalan lipatan yang sangat beragam, ketika siswa membuat origami dengan cara mengikuti alur diagram, maka sebenarnya siswa sedang menghadapi suatu persoalan, jika siswa berhasil mengikutinya, maka ia bisa menyelesaikan persoalan origami tersebut. Dan ketika itulah, siswa akan belajar bagaimana mengikuti, membaca gambar, dan menyelesaikan persoalan, tentu hal tersebut juga melatih siswa untuk memecahkan masalah.

6. Membantu untuk belajar matematis dan perbandingan

Jenis lipatan origami tradisional, biasanya berdasarkan teori matematis, jadi bukan asal melipat saja. Salah satu hal yang menjadi faktor keindahan pada model origami merupakan proporsi bentuknya, setiap lipatan harus proposional, dengan demikian aktivitas membuat origami bisa membimbing siswa untuk mengenal konsep perbandingan bentuk juga memabntu dalam berpikir matematis.

7. Belajar pecahan, geometri, dan ilmu pengetahuan alam

Belajar untuk membuat seni melipat atau origami pada siswa, ternyata juga bisa mengajarkan siswa untuk belajar pecahan, geometri, dan ilmu pengetahuan alam. Pecahan dalam memanfaatkan origami untuk menggambarkan konsep pecahan satu setengah, sepertiga, atau seperempat.

Lalu bagi siswa yang lemah dalam belajar geometri, maka seni melipat akan membantu untuk memperkuat pemahaman tentang konsep geomteri, rumus, dan label. Selanjutnya, siswa juga akan belajar ilmu pengetahuan alam, karena penjelasan molekul di pelajaran kimia juga asik dan menyenangkan bila dijelaskan lewat origami.

Ilustrasi origami kupu-kupu. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi origami kupu-kupu. (Foto: Istimewa)

Cara Membuat Origami

1. Kupu-kupu

A. Bahan

a. Kertas lipat. Pilih kertas berwarna cerah seperti kuning, merah, jingga, dll, sesuai kreativitas.

b. Lem kertas

B. Cara membuat

a. Siapkan kertas lipat berbentuk persegi. Lipat kertas sama besar dari atas ke bawah dan dari pinggir ke tengah. Buka lipatannya sehingga akan terbentuk empat persegi kecil.

b. Lipat kertas secara diagonal lalu buka lipatan.

c. Tekan bagian tengah kertas ke tengah. Lalu lipat bagian atas dan bawah sehingga berbentuk segitiga.

d. Lipat sudut segitiga ke arah tengah dan putar lalu balikkan kertas.

e. Lipat ujung atas sampai ke bawah. Selipkan ujung kertas ke dalam lipatan.

f. Satukan kedua bagian, lipat dan tekan.

g. Tahan kedua sisi yang sudah dilipat. Jika mau kamu bisa menambahkan lem agar kedua sayap tetap kokoh.

h. Buatlah kertas dalam posisi berdiri layaknya kupu-kupu yang hinggap.

i. Origami kupu-kupu sudah selesai.

Origami kipas Jepang. (Foto: Istimewa)
Origami kipas Jepang. (Foto: Istimewa)

2. Kipas

A. Bahan

a. Kertas

b. Gunting

c. Tali

d. Aksesoris kecil bila di perlukan

B. Cara membuat

a. Siapkan kertas lipat persegi lalu gunting sebagian kertas. Nanti kertas akan berbentuk persegi panjang.

b. Lipat kertas ke sekitar 1 cm arah dalam. Ratakan lipatan.

c. Lipat sisi kertas secara vertikal ke arah tengah. Lalu buka kembali.

d. Lipat bagian kiri dan kanan ke arah tengah. Sehingga kertas akan membentuk persegi.

e. Lanjutkan dengan membuat lipatan ke arah tengah secara vertikal.

f. Buka lipatan tersebut secara perlahan.

g. Tekanlah setiap lipatan kertas sehingga kokoh.

h. Siapkan tali yang akan mengikat kertas. Gunting tali secukupnya lalu ikat kipas dengan kuat.

i. Kamu bisa menempelkan stiker ataupun pernak-pernik kecil di sisi kipas.

j. Origami kipas telah selesai.

Ilustrasi origami burung. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi origami burung. (Foto: Istimewa)

3. Burung Camar

A. Cara membuat

a. Lipat kertas secara diagonal lalu ambil ujung kertas dan lipat membentuk segitiga siku-siku.

b. Balik kertas lalu lipat ke arah luar. Ambil kertas bagian bawah dan lipat ke depan dan belakang.

c. Lipat bagian atas ke arah bawah. Buatlah kepala burung dengan teknik inside reverse fold.

d. Buat bagian ekor dengan teknik outside reverse fold.

e. Burung camar telah selesai.

Ilustrasi origami ikan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi origami ikan. (Foto: Istimewa)

4. Ikan

A. Bahan

a. Kertas

b. Spidol

B. Cara membuat

a. Lipat membentuk segitiga begitupun juga dengan arah berlawanan

b. Setelah itu, buka lipatan kembali dan akan terbentuk pola menyilang.

c. Lalu lipat kertas secara horizontal dan vertikal dan akan membentuk pola garis tambahan.

d. Setelah itu, ambil sisi kanan dan kiri untuk dilipat ke dalam. Untuk bagian bawah, tarik ke dalam hingga membentuk segitiga.

e. Lalu, lipat kedua sisi ke dalam atau tengah. Maka ikan sudah terbentuk dan sudah bisa membuat mata dan mulut dengan spidol.

Ilustrasi origami katak. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi origami katak. (Foto: Istimewa)

5. Katak

A. Cara membuat

a. Lipat kertas origami sampai membentuk pola garis silang dan garis horizontal

b. Lipat membentuk persegi panjang, setelah itu tarik ujung kanan dan kiri ke bagian tengah bawah

c. Maka akan terbentuk segitiga, lipat bagian ujung kanan dan kiri ke luar bagian tengah.

d. Setelah itu, bagian yang tadi lipat lagi ke tengah

e. Bagian tadi lipat ke atas dengan menyisakan sedikit pada bagain sebelumnya.

f. Sisi tersebut sudah selesai maka sekarang balik dan lipat bagian lain.

g. Lipat ujung bagian kanan dan kiri ke bawah tengah.

h. Setelah itu lipat bagian tadi ke belakang.

i. Lalu, Anda bisa menjalankan katak dengan menekan bagain tengah pada badan katak.

Ilustrasi origami kelinci. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi origami kelinci. (Foto: Istimewa)

6. Kelinci

A. Bahan

a. Kertas

b. Spidol

B. Cara membuat

a. Lipat kertas membentuk segitiga pada semua sisi. Maka akan terbentuk pola diagonal

b. Setelah itu lipat kertas membentuk segitiga dan lipat bagian atas ke bawah sebanyak dua centimeter saja.

c. Lalu lipat ujung sisi keduanya ke arah tengah. Maka akan terbentuk telinga kelinci.

d. Setelah itu, lipat bagian bawah ke bagian belakang.

e. Namun, lipat sampai bagian tengah saja. Setelah itu, gambar wajah kelinci menggunakan spidol.

Ilustrasi origami kepiting. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi origami kepiting. (Foto: Istimewa)

7. Kepiting

A. Cara membuat

a. Lipat kertas origami ke ke bawah dan samping kanan atau kiri sehingga membentuk pola garis tanda tambah.

b. Lipat lagi ke atas, lalu tarik sudut kanan dan kiri ke bagian dalam tengah

c. Setelah itu lipat potongan segitiga ke bagian dalam begitupun juga sisi satunya.

d. Jika kedua sisi sudah dilipat, maka balikan kertas untuk melipat sisi satunya.

e. Lipat bagian tengah ke bawah, namun jangan semua bagian cukup setengah saja.

f. Lipat sisi ujung kanan dan kiri ke atas untuk membentuk kaki.

g. Setelah itu balik kertas dan beri mata dengan spidol.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *