Mengenal Sinopharm dan CanSino untuk Vaksinasi Gotong Royong

Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk mencegah sebaran virus corona di Tanah Air. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Vaksinasi gotong royong merupakan pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati, keluarga, dan individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha. Penerima vaksin tidak dipungut bayaran atau gratis, karena pembiayaannya oleh perusahaan.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah akan menggunakan vaksin Sinopharm dan CanSino untuk pelaksanaan vaksin gotong royong.  Sebanyak 500.000 dosis Sinopharm sudah tiba di Indonesia dari 7,5 juta kontrak vaksin Sinopharm.

Pemerintah juga sudah mengantongi komitmen vaksin CanSino sebanyak 5 juta dosis. Namun, Airlangga tak menjelaskan secara rinci kapan tepatnya vaksin CanSino akan tiba di Indonesia.

Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jenis vaksin Sinopharm adalah inactivated vaccine yang disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell). Vaksin jenis ini menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan terhadap virus, tanpa mengambil risiko respons penyakit serius.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan vaksin Sinopharm aman digunakan dan telah memiliki izin penggunaan darurat. Izin penggunaan darurat Sinopharm terbit pada 29 April 2021. Pemerintah telah melakukan kontrak pengadaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis, dengan jumlah vaksin yang tersedia sebanyak 500.000 dosis.

Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, berdasarkan hasil dari uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab, vaksin Sinopharm memiliki efikasi 78 persen. Kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) dari penggunaan vaksin Sinopharm bersifat ringan, seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, atau batuk. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pemberian vaksin Sinopharm kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Pemberiannya dalam dua dosis suntikan. Adapun selang waktu penyuntikan antara dosis pertama dan dosis kedua disarankan tiga hingga empat minggu.

Vaksin CanSino

Vaksin CanSino Biologics, China, juga akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi gotong royong. Pemerintah menyiapkan sebanyak 5 juta dosis vaksin CanSino. Vaksin buatan CanSino Biologics Inc itu menjadi yang pertama kali diberikan hak paten oleh Pemerintah China pada 11 Agustus 2020. Vaksin CanSino hanya perlu diberikan dalam satu kali penyuntikan.

Menurut Bio Farma, produsen vaksin CanSino berkomitmen mengirimkan tiga juta dosis vaksin antara bulan Juli hingga September 2021. Sementara, pada kuartal empat tahun ini, akan dikirimkan lagi dua juta dosis sehingga totalnya ada lima juta dosis vaksin CanSino untuk vaksinasi Gotong Royong. 

Harga vaksin dan tarif pelayanan

Sesuai ketentuan Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong, telah ditetapkan harga resmi vaksin gotong royong dan tarif pelayanannya.

Berikut patokan tarif yang diatur dalam Kepmenkes tersebut:

– Harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 per dosis. Harga tersebut merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh badan hukum atau badan usaha, termasuk keuntungan (20 persen) dan biaya distribusi.

– Tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.