Mental Persiapan Penting Mahasiswa UM Surabaya di PON

  • Bagikan
Sisilia Agustiani Ora, salah satu mahasiswi UM Surabaya yang berlaga di PON XX Papua 2021. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)


Kondisi psikologis, terutama mental menjadi hal yang paling disiapkan oleh Sisilia Agustiani Ora. Dia merupakan atlet karate yang mewakili Jawa Timur untuk bertanding di PON XX Papua 2021.

Atlet yang bertanding di kategori karate Kata Per-orangan Putri ini mengungkapkan, mental yang kuat dan sehat menjadi hal yang paling ia disiapkan sebelum berangkat ke Papua.

“Program latihan yang kita ikuti panjang, apalagi PON sempat tertunda, kita juga lama tidak ada pertandingan tapi harus tampil di PON dengan baik. Jadi mental dan psikologi itu yang penting,” ujar atlet kelahiran Blitar, 21 Agustus 1992 ini.

Untuk menstabilkan mentalnya, Sisilia biasa ia disapa mengatakan, memakai cara flasback pada pertandingan-pertandingannya terdahulu, untuk memacu otot-ototnya kembali bergairah.

“Aura-aura pertandingan yang dulu harus kita flasback lagi kan, karena hal-hal seperti itu bisa memacu kita memberikan yang terbaik walaupun kita sudah lama tidak mengikuti pertandingan. Kalau kita flasback lagi juga akan memacu otot,” kata mahasiswa jurusan Manajemen ini.

Ia pun mentargetkan, dalam PON XX Papua ini dirinya bisa mempertahankan medali emas yang diraihnya PON Jabar 2016 dengan kategori yang sama.

Keberangkatannya ke Papua juga di dukung oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) tempatnya menutut ilmu. Pihak UM Surabaya hari ini, Jumat, 17 September 2021 melepas 9 mahasiswa yang ikut dalam pesta ajang PON 2021, termasuk Sisilia.

Rektor UM Surabaya, Sukardiono saat melepas 9 mahsiswa UM yang berlaga di PON XX Papua 2021. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Rektor UM Surabaya, Dr. Sukadiono dalam sambutannya menyampaikan, akan melonggarkan proses perkuliahan para mahasiswa UM yang berangkat ke Papua.

“Inikan kuliahnya sudah mulai, mereka bisa ikut kuliah secara daring. Tapi kalau tidak memungkinkan mengikuti karena jadwal kompetisi akan kita komunikasikan pada dosen pembimbing, kita beri kemudahan lah,” ungkap Sukardiono ditemui di kampus UM Surabaya.

Selain itu, Sukardiono juga mengatakan bahwa mahasiswa UM Surabaya yang meraih medali emas, perak atau perunggu akan mendapatkan bonus dari kampus.

Dia juga berpesan, untuk ke sembilan mahasiswa yang berangkat ke Papua agar bisa memanagement waktu dan gizi yang mereka konsumsi. “Jangan terlalu diforsir saat latihan. Jangan sampai memforsir latihan tapi waktu tanding malah lelah. Yang penting gizi terpenuhi. Management gizi memperbayak protein dan lemak,” pesannya.

Sukardiono berharap, ini merupakan langkah berkelanjutan bagi mahasiswanya untuk kejejang internasional. “Bermimpi setinggi-tingginya, setelah masuk pon bisa masuk ajang Internasional,” tutupnya.

Selain Sisilia, berikut delapan mahasiswa UM Surabaya lainnya yang berlaga di PON XX Papua 2021:

1. Fatchur Roji dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Panjat Tebing

2. Rahmad Adi Mulyono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Panjat Tebing

3. Kharisma Ragil Rakasiwi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Panjat Tebing

4. Choirul Umi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Panjat Tebing

5. Alamsyah Cahya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Panjat Tebing

6. Gaby Dara Ayu Salsabillah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Karate

7. Pradeeva Adelia dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Panjat Tebing

8. Fauzia Adji Fahrani dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Cabang Olahraga: Dayung



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *