Menteri LHK Sebut Pembangunan dan Penurunan Deforestasi Seimbang

  • Bagikan
Menteri LHK Sebut Pembangunan dan Penurunan Deforestasi Seimbang


SuaraKupang.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar meneruskan dari pesan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bahwa pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah harus seimbang dengan kebijakan penurunan deforestasi dan emisi.

”Pesan Presiden Jokowi sudah jelas dan ada keseimbangan, dan beliau juga menekankan, setiap Kementerian dalam membangun apapun harus memperhatikan lingkungan dan dampaknya. Pesan itu telah direalisasikan dalam langkah kerja lapangan yang dalam beberapa waktu ini terus berlangsung,” tegas Menteri LHK Siti Nurbaya di Glasgow, pada SuaraKupang.com, Kamis (4/11/2021).

Kendati demikian, Indonesia telah melaksanakan kebijakan untuk menurunkan angka deforestasi dan penurunan emisi dalam kisaran sejak tahun 2014/2015-an hingga 2021.

“Dalam kurun waktu 6-7 tahun terakhir, Indonesia secara nyata telah menunjukkan komitmennya dalam bentuk kerja nyata di lapangan terutama dalam menekan angka deforestasi dan penurunan emisi,” katanya.

Lanjutnya, pada tahun 2020, deforestasi alami penurunan secara drastis hingga 115,2 ribu Hal. Hal tersebut merupakan angka terendah dalam 20 tahun terakhir. Kendati demikian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat ditekan hingga 82% ketika dunia sedang mengalami cuaca ekstrem akibatkan Negara seperti Amerika, Kanada, dan lainnya harus mengalami karhutla.

”Kita bersyukur di tahun 2019 dan tahun 2020, Indonesia bisa terhindar dari duet bencana asap karhutla dan corona, mengingat cuaca ekstrem yang sedang melanda dunia,” syukurnya.

Beberapa kebijakan pemerintah lainnya yakni moratorium hutan primer seluas 66 juta ha, penataan regulasi dan pengendalian dan pemulihan lahan gambut lebih kurang 3,4 juta ha.

Selain itu juga dilakukan optimasi lahan tidak produktif, penegakan hukum, restorasi, rehabilitasi hutan untuk pengayaan tanaman dan peningkatan serapan karbon.

”Sejak 2019 Presiden telah meningkatkan penanaman kembali 10 kali lipat, dan pengelolaan hutan lestari,” pungkasnya.

Pengendalian hutan tanaman pada sekitar 14 juta hutan tanaman dengan antara lain metode reduce impact logging serta pengelolaan perhutanan sosial untuk petani kecil.

Sampai tahun 2021, lebih kurang 4,7 juta ha telah dibagikan kepada masyarakat, dan diproyeksikan sampai dengan selesai akan mencapai 12,7 juta.


Photo Credit: Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar memenuhi undangan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Universitas Glasgow, kemarin (2/11/2021)/Twitter @SitiNurbayaLHK


 

Aji Cahyono
Latest posts by Aji Cahyono (see all)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *