Merekam Pengakuan Gigolo yang Kerap Disewa Para Suami untuk Melayani Istri Mereka

[ad_1]

Rudra Pratap menjalani kehidupan yang tidak lazim sebagai gigolo spesialis melayani pasangan kekasih atau suami-istri di Jaipur, India. Bahkan tampaknya lelaki 27 tahun kelahiran distrik Banswara ini menikmati setiap momen yang dijalani. Senyum lepas terus mengembang di wajahnya selama mengobrol dengan VICE.

Lebih dikenal dengan istilah ‘cuckold’—mengacu pada kebiasaan burung bertelur di sarang burung lain—aktivitas seksual ini melibatkan suami (“the cuckold”) yang menyaksikan pasangannya (“hotwife”) berhubungan intim dengan orang lain (“the bull”). Sang cuckold sering kali menerima penghinaan.

Di masa lalu, istilah tersebut lebih menggambarkan hubungan pernikahan yang tidak harmonis, di mana istri selingkuh dari suami mereka. Hal itu sekarang menjadi semacam kink, dan telah menginspirasi berbagai video porno amatiran dan profesional. Semua narasumber VICE dalam artikel ini membantu pasangan di India mewujudkan fantasi mereka.

Mahi, 28 tahun, merupakan ‘lelaki sewaan’ di Mumbai. Selain untuk menjaga privasi, dia hanya menggunakan nama pertamanya karena terdengar lebih “santai dan seksi”.

Bagi Mahi, penampilan super necis sangat penting dalam pekerjaannya. Ke mana-mana, dia menenteng tas rias berisi produk penata rambut bermerek dan alat pencukur kumis. Dia selalu mengenakan kemeja linen setiap ada yang mengajaknya melakukan cuckold. “Lebih nyaman dari katun,” tuturnya. “Tidak gampang berkeringat.”

Kepada VICE, Mahi menceritakan pengalaman pertamanya bersanggama dengan istri orang. “Lelaki itu tidak sepede istrinya. Saya mengusulkan diri untuk jadi bartender dan melayaninya saat istri memberi oral seks padanya. Saya juga memijat dia. Tujuannya agar dia lebih nyaman saat melakukan ini. Saya meniduri sang istri setelah lelaki itu merasa rileks.”

Di negara yang masyarakatnya menganggap pernikahan sebagai suatu yang sakral, para pekerja seks bersikeras praktik ini sangat membebaskan. Peneliti dan terapis seks David Ley, yang menyelami dunia cuckold selama setahun untuk bukunya Insatiable Wives, berujar, lelaki konservatif tertarik pada cuckold karena disonansi kognitif. “Semakin tabu, semakin menarik secara seksual bagi sebagian orang,” terangnya.

Mahi telah menggeluti profesi ini sejak 2019. Menurutnya, perempuan India lebih terbuka daripada laki-laki. Hal ini sering terjadi ketika idenya datang dari suami mereka sendiri. “Lelaki India mungkin sulit menerima perlakuan seperti diremehkan,” katanya. “Tapi mereka akhirnya menyerah.”

Rudra Pratap merasa berhubungan dengan pasangan gay secara umum jauh lebih santai. “Mungkin karena kemudahannya, saya memasang tarif lebih murah [untuk pasangan sesama jenis] daripada pasangan hetero,” dia mengungkapkan. “5.000 [Rupee, setara Rp973 ribu] per sesi untuk pasangan gay. Dua kali lipat untuk hetero.”

Dia beranggapan mereka “cepat beradaptasi” dengan seksualitas dan kink. “Rata-rata, hal paling kinky yang dilakukan pasangan hetero tidak seberapa dibandingkan dengan pasangan gay. Mereka lebih suka bereksperimen dan merangkul pengalaman baru tanpa rasa takut.”

Setiap gigolo memiliki pengalaman absurdnya masing-masing. Namun, bagi Gautham dari Chennai, pertanyaan tentang kasta adalah hal paling aneh yang pernah dialami olehnya.

“Dia bilang saya boleh meniduri istrinya asalkan saya memberi tahu apa kasta saya,” tutur lelaki 26 tahun itu. “Dia tidak bercanda sama sekali.”

Gautham menggunakan nama julukan “Red Velvet” karena dia memanfaatkan kue red velvet untuk berbagai hal secara kreatif. Di luar kesibukannya sebagai gigolo cuckold, dia mengurus pabrik tenun bersama ayahnya.

Dia mengetahui di kemudian hari, kliennya yang terobsesi dengan kasta adalah pengusaha kaya di Chennai yang berinvestasi pada sejumlah Kollywood (bioskop Tamil) besar. “Dia berasal dari kasta istimewa. Dia tidak memercayai perkataan saya begitu saja. Dia minta akta kelahiran dan siap membayar mahal untuk menjebol privasiku. Tapi setidaknya bayarannya oke.”

Gautham pun mengalah, tapi pengalaman anehnya tidak berhenti sampai di situ. Setibanya di tempat tinggal mereka, dia melihat ranjangnya penuh kamper. Pengusaha itu rupanya mudah terangsang oleh aroma yang menusuk hidung. Semakin absurd lagi ketika istrinya menutupi seluruh tubuh dengan sari sutra terang dan tidak mau menanggalkan pakaian. “Mereka juga melarang saya buka baju,” katanya sambil tertawa. “Kacau banget. Hidung saya meler seminggu penuh karena kamper-kamper itu.”

Mahi juga punya momen mengejutkannya sendiri. Setelah klien pertama merasa lebih rileks dengan minuman dan pijatannya, Mahi melakukan doggy style sambil berdiri bersama sang istri. Suaminya menonton sambil tiduran di lantai.

“Ketika istrinya hendak klimaks, dia mendorong saya dan squirting di wajah suami yang masih di lantai,” kenangnya. “Bagaikan sihir, dia ejakulasi tanpa beronani. Pengalaman itu sangat surreal, murni karena saya menyaksikan sang istri menikmati kekuasaannya.”

Sama seperti Red Velvet, Mahi mendapat klien tajir dari jaringan perantara yang terhubung dengan baik — bisa dari akuntan, teman dekat atau orang kepercayaan klien. Profesi ini masih tabu, sehingga dia tidak tertarik melepas status lajang karena ogah ribet merahasiakannya dari pasangan.

Lalu ada Himanshu, bankir investasi yang nyambi sebagai gigolo cuckold ketika pulang ke tempat tinggalnya di Chandigarh setiap sebulan sekali. Mayoritas pelanggannya adalah perempuan janda dan pacar mereka. Lelaki 34 tahun itu telah melakukan ini selama hampir enam tahun, dengan bantuan germo yang kebetulan memimpin agensi bakat untuk penyanyi Punjabi di sana.

“Saya tidak bisa membayangkan diri melakukannya dengan pasangan yang sudah menikah, apalagi di Chandigarh,” ujarnya. “Terlalu banyak yang dipertaruhkan karena mereka sering kali memiliki hubungan politik dan segalanya bisa menjadi terlalu suram. Ada juga kekhawatiran dibeberkan rahasianya karena kebanyakan suami sangat impulsif. Saya yakin banyak gigolo di luar sana sukses melakukannya, tapi itu kurang cocok untuk saya.”

Belum lama ini, sebelum cuti bulanannya dimulai, dia ngewe dengan janda selama dua hari. “Sang cuckold memiliki perintah yang jelas. Dia ingin saya memanggilnya ‘choti lulli’ (titit kecil) selama dua hari penuh. Dia tidak mau bayar kalau saya salah memanggilnya sekali saja. Saya sama sekali tidak merasa telah mempermalukannya. Ada kekuatan tersembunyi yang dia berikan pada kami berdua.” 

Itu juga pertama kalinya dia disuruh tidur bareng sama perempuan setelah sesinya selesai. “Sang cuckold tidur di kamar lain, tapi dia ingin saya kelonan sama pacarnya dan kirim foto sepanjang malam,” Himanshu melanjutkan.

Akan tetapi, sulit sekali untuk tidur. Pacar perempuan itu memainkan lagu pop Hindi sekencang mungkin. “Dia terus memutar ulang lagu ‘Soneya’-nya Asim Azhar. Mungkin karena lagunya tentang patah hati? Entahlah. Bayarannya besar jadi saya cuma bisa meminta dia mengecilkan volumenya.”

Follow Arman Khan di Instagram.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.