Mitos dan Manfaat Daging Kambing bagi Kesehatan

Ilustrasi daging. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Daging kambing salah satu sumber protein hewani. Meski digadang-gadang bisa memicu kolesterol, daging kambing ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Melansir laman Live Strong, daging kambing ternyata memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang rendah daripada daging sapi. Dalam 100 gram daging kambing mengandung sekitar 109 kalori dan 20,6 gram protein. Sementara itu, kandungan lemaknya hanya mencaai dua gram saja. Daging kambing juga rendah kolesterol dan tidak mengandung karbohidrat.

Kandungan Daging Kambing

Dikutip dari data U.S. Department of Agriculture, 100 gram daging kambing mengandung 143 kalori bila dibandingka dengan daging ayam, sapi, babi, ataupun domba. Dalam daging kambing mengandung 27 gram protein, lemak 3 gram. Namun terdapat kandungan kolesterol yang cukup tinggi yakni sebesar 75mg. Seperti halnya daging sapi, daging kambing juga mengandung zat besi, vitamin B12, fosfor dan sekenium, magnesium, kalium, hingga omega-3.

Sementara itu, data Direktorat Gizi Departmen Kesehatan Republik Indonesia menerangkan, daging domba memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada daging kambing per 100 gramnya. Dalam setiap 100 gram daging domba terdapat 206 kalori, 17,1 gram protein, dan 14,8 gram lemak. Terdapat pula 10 mg kalsium, 191 mg fosfor, 2,6 mg zat besi, 0,15 mg vitamin B1, serta 66,3 gram air.

Sedangkan dalam daging domba, lebih kaya akan protein, fosfor, zat besi, dan vitamin B1 dibandingkan daging kambing, meski lebih tinggi kalori dan lemak, sedang daging domba tanpa lemak yang menjadi sumber protein bagi beberapa orang yang sedang menjalankan penurunan berat badan. Jika semua bagian lemak daging domba dibuang, rata-rata lemak yang tersisa menjadi 3,7 persen dalam keadaan mentah dan 6 persen jika sudah dimasak.

Manfaat Daging Kambing untuk kesehatan

Tak hanya memiliki mitos atau hal-hal lain yang bisa menaikkan kolesterol atau berbahaya, ternyata konsumsi daging kambing juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh meskipun untuk mengkonsumsinya tetap harus secukupnya tanpa berlebih. Berikut ini manfaat daging kambing terhadap kesehatan tubuh manusia:

1. Membantu memelihara massa otot

Untuk seseorang yang sedang dalam masa olahraga di tempat gym karena ingin membentuk tubuh dan menaikkan massa otot, konsumsi daging kambing bisa dijadikan alternatif. Daging kambing merupakan sumber protein atau asam amino yang sangat baik bagi tubuh.

Menurut Harvard TH Chan School of Public Health, nutrisi dari asam amino sangat dibutuhkan oleh tubuh agar massa otot terjaga, dan kemudian bisa membantu meningkatkan stamina dan juga kekuatan otot.

Daging kambing juga bisa membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Orang dewasa perlu mencukupi asupan protein sebanyak 50 hingga 70 gram. Jika tak tercukupi maka bisa mengalami kekurangan protein dan akan mempercepat penyusutan massa otot seiring dengan bertambahnya usia. Jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan sarcopenia, yakni kondisi ketika seseorang mengalami penipisan massa otot.

2. Mencegah anemia

Dalam 100 gram daging kambing, ada sekitar 3,5-4 miligram zat besi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh guna mencegah terjadinya anemia, seseorang bisa saja mengalami anemia ketika sel darah merah atau hemoglobin berkurang karena kekurangan zat besi. Bila dibiarkan, maka kondisi tersebut akan menyebabkan organ dan jaringan tubuh kekurangan oksigen yang kemudian akan mengganggu fungsi organ.

Bagi perempuan kegunaan daging kambing juga penting untuk mengurangi anemia, karena perempuan biasa mengalami menstruasi dan melewati masa kehamilan jadi daging kambing akan membantu mengindari anemia seperti gejala lemah, letih, dan lesu yang cukup mengganggu aktivitas harian.

3. Membantu menjaga tekanan darah

Dalam daging kambing juga terdapat sumber kalium, pada 100 gram daging kambing bisa mendapatkan 400 mg kalium, dan bahwa setiap hari tubuh membutuhkan asupan kalium sebanyak 4500-4700 gram, kalium juga membantu untuk mengatur detak jantung dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Namun, daging kambing juga merupakan sumber lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi, sehingga perlu mengkonsumsi makanan lain untuk memenuhi asupan kalium, seperti konsumsi sayur dan juga buah.

4. Mengandung zat anti kanker

Daging kambing dikenal mengandung asam linoleat dan selenium maupun kolin. Menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Center, kandungan tersebut memiliki manfaat untuk mencegah terbentuknya kanker dan peradangan lainnya. Untuk lelaki, kanker prostat bisa saja menjadi masalah serius yang mengganggu, dan memang terbilang sangat berbahaya.

Itulah mengapa konsumsi daging kambing bagi lelaki juga penting, karena membantu mencegah terbentuknya kaner prostat, jadi daging kambing bisa dikonsumsi secara rutin dan cukup pada lelaki agar terhindar dari gangguan kanker prostat.

5. Menjadi sumber energi

Ketika seseorang melakukan kegiatan sehari-hari tentu tubuh akan membutuhkan banyak energi, dan konsumsi daging kambing bisa menjadi solusinya. Tidak hanya itu, kandungan lemak, protein, dan kalori dalam daging kambing juga akan membantu menambah energi bagi tubuh sehingga bisa melakukan aktivitas dengan lancar tanpa harus khawatir kekurangan sumber energi.

6. Mencegah disfungsi ereksi

Manfaat lain daging kambing bagi lelaki selsain membantu mencegah tumbuhnya kanker prostat juga membantu mengatasi gangguan inflamasi pada pembuluh darah pada penis, jadi ketika mengkonsumsinya sesuai takaran dan cukup maka hal itu akan mencegah terjadinya disfungsi ereksi yang dapat memengaruhi gairah sesksual pada lelaki.

Efek Samping Konsumsi Daging Kambing

Meski daging kambing juga memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh, konsumsi daging kambing secara berlebih juga bisa memicu gangguan kesehatan yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, diantaranya:

1. Mengganggu pencernaan

Dalam daging kambing, sama sekali tidak mengandung serat, sehingga bila seseorang mengkonsumsinya secara berlebihan tanpa dibarengi dengan konsumsi makanan berserat akan menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit.

Serat sangat berperan penting dalam tubuh karena akan membantu sistem pencernaan, bila tubuh kekurangan serat akan berisiko menimbulkan penyakit jantung atau yang parahnya akan menimbulkan kanker.

2. Tinggi lemak jenuh

Tingginya lemak jenuh dalam daging kambing tentu tidak baik bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal tersebut bisa saja malah menjadi musuh utama bagi pembuluh darah dan jantung jika dikonsumsi secara berlebih.

Terlepas dari manfaat yang dimiliki oleh daging kambing, beberapa orang dewasa yang mengalami penyakit kardiovaskuler karena memiliki kebiasaan mengkonsumsi daging kambing tanpa dibarengi dengan makanan sehat lainnya. Selain itu, kebanyakan konsumsi daging kambing mampu meningkatkan risiko obesitas karena banyak nya lemak tubuh yang menumpuk dalam tubuh.

3. Tinggi nitrat dan garam

Daging kambing yang baik itu ialah daging kambing yang masih segar setelah disembelih jadi benar-benar masih segar dan bagus untuk dikonsumsi. Tetapi bila daging kambing sudah melewati masa diawetkan atau daging olahan, justru akan berakibat buruk bagi kesehatan.

Jenis daging kambing yang sudah berbentuk olahan atau tidak segar mengandung nitrat dan garam yang tinggi sebagai pengawet, contohnya seperti hot dog, bacon, ham, dan macam daging olahan lainnya. Maka hal itu, akan menimbulkan efek negatif jangka panjang bagi kesehatan tubuh, seperti stroke dan juga penyakit jantung.

Mitos dan Fakta Mengenai Daging Kambing

Konsumsi daging kambing selalu di identikkan dengan masakan santan terutama ketika di hari raya Idhul Adha, seperti makanan sate, sop, tongseng, hingga hidangan gulai. Namun banyak mitos beredar yang membuat orang menjadi takut untuk menyantap hidangan tersebut, seperti:

1. Mitos daging kambing yang menyebabkan darah tinggi

Pada sebuah penelitian dari IPB Bogor tahun 2014 yang membahas mengenai hipertensi, menyebutkan bahwa dagingkambing bukan faktor pemicu tekanan darah tinggi atau hipertensi, sebab hipertensi dipicu berbagai faktor bukan karena daging kambing.Seperti peningkatan kecepatan denyut jantung, peningkatan resistensi dari pembuluh darah tepi, peningkatan volume aliran darah, hingga menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh seperti natrium (Na).

Sedangkan kandungan natrium dalam daging kambing lebih rendah dibandingkan daging domba atau daging sapi, jadi dengan begitu daging kambing dapat dikatakan masih aman untuk dikonsumsi dan tidak memicu naiknya tekanan darah.

2. Mitos daging kambing menaikkan kolesterol

Daging kambing juga mengandung lemah tak jenuh yang lumayan tinggi, hal itu untuk menyeimbangkan kadar kolesterol darah dan membantu menyeimbangkan detak jantung. Sementara risiko darah tinggi yang dimaksud sebenarnya berasal dari lemak daging kambing, yang sulit dicerna oleh usus dan akan terus menumpuk jika mengkonsumsi daging kambing secara berlebih.

Selain itu, terdapat pula kandungan glukosa yang tinggi akan karbohidrat, seperti nasi maupun lontong yang disantap untuk mendampingi daging kambing, jadi glukosa berlebihan tersebut akan sulit dicerna bersamaan dengan lemak, sehingga memicu naiknya tekanan darah atau hipertensi.

3. Mitos torpedo kambing setengah matang bisa meningkatkan libido pada pria

Meningkatkan gairah seksual tak hanya makan torpedo kambing saja. Karena testis kambing setengah matang belum diketahui secara pasti apakah bisa memicu gairah seksual. Jika badan terasa hangat usai mengonsumsi torpedo kambung, karena kandungan lemak daging yang ikut tercerna ketika dikonsumsi.

Sebaiknya nikmati konsumsi daging kambing dengan benar. Jangan makan secara berlebihan. Selain itu, imbangilah menyantap olahan daging kambing dengan sayur, buah, dan makanan pelengkap yang sehat lainnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.