Motor Adu Jangkrik di Banyuwangi, 2 Meninggal 1 Gegar Otak Berat

  • Bagikan
Petugas Unit Kecelakaan Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan olah TKP kecelakaan maut di jalur Pantura Banyuwangi (foto:istimewa)


Dua unit sepeda motor adu jangkrik di jalur Pantura Banyuwangi-Situbondo tepatnya di selatan SPBU Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, Sabtu, 22 Mei 2021 malam. Dalam peristiwa ini dua orang tewas dan seorang lainnya mengalami luka berat. Salah satu korban meninggal di lokasi kejadian.

Kecelakaan maut itu melibatkan dua unit sepeda motor. Masing-masing sepeda motor Honda Vario dengan nopol P 5423 ZX yang dikemudikan Mistok, 56 tahun, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi dan sepeda motor Suzuki Smash dengan nopol P 4328 ZY yang dikemudikan, AR, 13 tahun, warga Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Keterangan pihak Kepolisian, kecelakaan ini terjadi saat Mistok mengendarai motornya dari arah utara. Saat itu, Mistok membonceng tetangganya, Juto, 60 tahun. Saat tiba di lokasi kejadian, motor yang dikendarai Mistok terlihat mendahului kendaraan yang ada di depannya.

“Bersamaan dengan itu dari arah selatan ke utara melaju sepeda motor Suzuki Smash yang dikendarai oleh AR dengan kecepatan sedang mendahului kendaraan yang ada di depannya,” jelas Kanit Kecelakaan Satlantas Polresta Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan.

Saat itu, lanjut pria yang pernah menjabat Kanit Regident Satlantas Polresta Banyuwangi ini, karena kedua sepeda motor yang berlawanan arah itu sama-sama mendahului kendaraan yang ada di depannya. Sehingga posisi kedua kendaraan itu berada pas di marka jalan.

“Sehingga kedua pengendara tidak bisa menghindar dan terjadilah kecelakaan lalu lintas. Kemungkinan motor itu sama-sama menghantam bagian depan,” terangnya.

Akibat kecelakaan adu jangkrik ini, Juto meninggal di lokasi kejadian. Pria ini mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Sementara, Mistok dan AR langsung dievakuasi menuju Puskesmas Wongsorejo untuk mendapatkan perawatan. Kedua orang ini juga mengalami luka cukup parah dan mengalami gegar otak berat. “Namun saudara AR meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Wongsorejo,” ungkapnya.

Petugas Unit Kecelakaan langsung melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, Polisi menduga kecelakaan tersebut terjadi akibat pengendara yang kurang hati-hati.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi dalam kejadian ini,” ujar Polisi yang pernah berdinas di Korps Brimob ini.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *