Musim Penghujan Tiba, Begini Cara Menjaga Imun agar Tetap Sehat

  • Bagikan
Ilustrasi musim hujan. (Foto: Istimewa)


Musim penghujan mulai tiba, meski belum merata. Di masa pandemi seperti sekarang, hal yang paling penting adalah menjaga kesehatan tubuh. Tujuannya, agar imun tubuh tetap terjaga dan tidak terserang penyakit musiman. Misalnya saja flu, batuk, dan lainnya. Selain menjaga imun agar tetap sehat dan kuat, tentu waspada penting dilakukan, seperti konsumsi vitamin C, menjaga pola makan, minum air putih, berolahraga, dan bersiaga dijalanan juga dengan selalu membawa jas hujan agar tubuh terlindungi dari air hujan. Berikut hal yang harus diperhatikan ketika sedang menghadapi musim penghujan di masa pandemi Covid-19.

Mitos Air Hujan Picu Sakit

Bagi beberapa orang, musim penghujan merupakan musim yang rentan terjadinya sakit, hal tersebut biasa disebabkan oleh air hujan yang membuat tubuh lebih rentan terkena sakit, ketika sedang kedinginan, tubuh dipaksa mengeluarkan energi secara berlebihan.

Jika daya tahan tubuh sedang lemah, tubuh tidak dapat mengimbangi adanya perubahan suhu tubuh yang terlalu drastis. Akibatnya, daya tahan tubuh semakin menurun dan kesehatan pun terganggu, hingga memunculkan bermacam-macam penyakit, seperti influenza, batuk dan flu, demam, diare, atau gatal-gatal.

Namun pada faktanya, air hujan tidaklah menyebabkan berbagai penyakit, tetapi yang menyebabkan adalah daya tahan tubuh yang melemah sehingga membuat tubuh cepat terserang penyakit yang baisanya disebabkan oleh bakteri, atau virus, tetapi bila daya tahan tubuh dalam kondisi baik maka air hujan bukanlah masalah.

Mitos Gerimis Lebih Rentan Sakit Dibanding Hujan

Tak hanya mengenai mitos air hujan menyebabkan sakit tetapi ada pula mitos mengenai gerimis yang lebih rentan terkena sakit dibandingkan hujan, bahwa berada di tempat terbuka ketika gerimis bikin sakit sudah beredar sejak lama, bahkan tak hanya di Indonesia saja. Beberapa orangtua juga tampaknya percaya jika gerimis lebih rentan menyebabkan flu atau masuk angin. Meskipun mitos ini tak sepenuhnya salah, ada kesalahpahaman umum yang membuat teori ini kurang masuk akal.

Gerimis, hujan, panas terik, atau badai tidak bisa menyebabkan penyakit, penyakit hanya bisa disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh manusia. Cuaca atau musim saja tidak akan membuat seseorang sakit, dan perlu diketahui juga bahwa virus dan bakteri tidak serta-merta membiak jadi lebih banyak di musim hujan.

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh ketika Kehujanan

1. Memakai masker untuk menutupi hidung dan mulut, meskipun Anda berada di dalam ruangan.

2. Selalu membawa payung, jas hujan, atau baju hangat saat berada di luar ruangan.

3. Langsung mengeringkan diri setelah kena gerimis atau hujan, misalnya dengan ganti pakaian atau mengeringkan rambut dengan handuk.

4. Langsung menghangatkan diri setelah kena gerimis atau hujan, misalnya dengan memakai baju tebal atau minum air hangat.

5. Mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Macam Vitamin untuk Meningkatkan Imun

Vitamin A

Kandungan vitamin A berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh, melindungi tubuh dari infeksi dengan cara menjaga kesehatan lapisan kulit dan jaringan pada bagian mulut, lambung, usus, dan sistem pernapasan. Makanan yang mengandung vitamin A antara lain ubi, wortel, brokoli, bayam, paprika merah, dan telur.

Vitamin C

Merupakan salah satu nutrisi penting yang bekerja sebagai antioksidan juga membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh, dan menstimulasi pembentukan antibodi juga memperkuat sistem imun dan vitamin C.

Vitamin C alami bisa diperoleh dari buah citrus, seperti jeruk dan lemon yang dapat diolah menjadi jus, kiwi, brokoli, stoberi, pepaya, dan jus tomat.

Vitamin E

Vitamin E merupakan sebuah antioksidan, yang berfungsi  untuk memelihara sistem kekebalan atau daya tahan tubuh yang sehat, juga membantu menjaga kekebalan tubuh, vitamin E dapat diperoleh dari kacang almon, biji bunga matahari, selai kacang, dan minyak sayur.

Ilustrasi kondisi anak sakit di musim hujan. (Foto: Istimewa)

Jenis Penyakit Langganan di Musim Hujan

1. Influenza atau Flu

Penyakit yang paling umum terjadi adalah penyakit influenza tipe A, B, dan C yang dapat menyebar melalui batuk, bersin, atau dari menyentuh benda yang sudah terkontaminasi.

2. Diare

Sala satu penyakit pencernaan yang ditandai dengan encernya feses yang dikeluarkan dan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya disebabkan oleh bakteri rotavirus, shigella, E. coli, cryptosporidium, dan lain sebagainya.

3. Demam Tiroid (tipes)

Demam tiroid atau yang lebih dikenal dengan penyakit tipes, merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi, bakteri tersebut akan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, bahkan jika menjadi parah akan menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan kematian.

4. Demam Berdarah Dengue

Salah satu penyakit yang dikenal dengan DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus atau disebut sebagai penyakit “break-bone” karena terkadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang serasa retak.

5. Malaria

Penyakit berbahaya akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Penularan penyakit ini biasanya meningkat pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya, bila tidak ditangani segera, malaria dapat berkembang dan berisiko mengancam nyawa seseorang yang mengalami.

6. Leptospirosis

Merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut juga dengan Leptospira interrogans, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus, yang ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut, dan pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan.

Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

1. Konsumsi buah jambu biji

Konsumsi buah jambu biji atau meminum jusnya merupakan salah satu cara menjaga kesehatan karena di dalamnya mengandung vitamin C untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga mencegah infeksi penyakit seperti flu, batuk, dan pilek. Jambu biji juga bersifat antimikroba, sehingga dapat membantu tubuh membunuh virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi.

2. Berolahraga

Aktivitas fisik seperti berolahraga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengalirkan oksigen ke aliran darah, sehingga berdampak langsung kepada otak, dan membantu menstimulasi daya tahan tubuh dalam memproduksi respon anti peradangan.

3. Melakukan vaksin influenza

Untuk menjaga kesehatan tubuh di musim hujan, bisa pula dengan melakukan vaksin influenza, agar terhindar dari penularan flu sangat mudah menyerang, seperti melalui tangan, tubuh, hingga masuk ke dalam sistem pernapasan.

4. Mencuci tangan

Salah satu faktor penularan virus ialah melalui kontak fisik, untuk itu menjaga kebersihan tangan sangatlah penting yakni dengan cara rajin mencuci tangan, atau menggunakan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran kuman penyakit.

5. Konsumsi makanan bernutrisi

Makanan yang kaya akan mikronutrien dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, jika tubuh kekurangan mikronutrien seperti zinc, selenium, zat besi, asam folat, serta vitamin A, B6, C, dan E, maka bisa memengaruhi penurunan daya tahan tubuh dan memudahkan penyakit menginfeksi tubuh.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *