Nakes Tewas di Papua, Veronica Koman Desak OPM Tangkap Pelaku

  • Bagikan
Proses evakuasi jenazah nakes perempuan tewas di Kiwirok, Papua. (Foto: Twitter)


Aktivis HAM dan pengacara masyarakat Papua Veronica Koman mengutuk keras aksi penyerangan terhadap fasilitas publik dan tenaga kesehatan di Kiwirok, Papua. Ia mendesak agar pelaku ditangkap dan diadili, minimal oleh Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) OPM di Papua.

Kutuk Keras aksi KKB Papua

Veronica Koman mengutuk keras aksi penyerangan serta kekerasan seksual yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Seorang nakes perempuan berusia 22 tahun, Gabriela Meilani, tewas setelah dilecehkan dan dianiaya, di jurang setempat. “Atas aksi penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang, saya mengecam dan mengutuk sekeras-kerasnya,” cuit Veronica Koman, di Twitternya, dilihat pada Minggu 19 September 2021.

Langgar Hukum Humaniter Internasional

Menurutnya, KKB OPM di Papua telah melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional, dengan melakukan kekerasan pada kelompok sipil, tenaga medis atau nakes, dan juga fasilitas kesehatan. “Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalah kelompok sipil yang paling sakral dalam hukum humaniter, sejengkal rambut pun mereka tidak boleh disentuh,” cuitnya.

Veronica menyebut, serangan brutal itu terjadi karena anggota muda dari OPM tak menghormati hukum humaniter internasional. “Anggota baru pasukan pembebasan yang kebanyakan anak muda, harus lebih menghormati hukum internasional,” tulisnya.

Pada tempo.co, Veronica Koman mengaku mendapat sejumlah kiriman video peristiwa kekerasan tersebut. Terlihat rata-rata pelaku masih sangat muda. Seiring dengan kekerasan yang terus terjadi di Papua, banyak darah muda yang bergabung dengan OPM. “Darah muda ini lebih meletup-letup.”

Desak Hukum Pelaku

Dalam utas di Twitternya, Veronica Koman juga mendesak agar pelaku pembunuhan nakes perempuan di Papua, ditangkap dan segera diadili. “Saya menyerukan supaya pelaku pembunuhan terhadap Gabriella Meilani dan tenaga kesehatan lainnya, minimal dihukum dan diadili oleh struktur TPNPB (OPM) sendiri,” lanjutnya.

Ia juga mendesak agar Komnas HAM turun ke Kiriwok untuk menginvestigasi motif penyerangan ini. “Terutama untuk menginvestigasi apakah betul terjadi kekerasan seksual ketika penyerangan, karena ini merupakan fakta penting yang harus diungkap,” imbuhnya. (Twi/Tmp)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *