Obat Covid Diborong Amerika, Kimia Farma Uji Klinis Molnupiravir

  • Bagikan
Obat Covid-19 bernama molnupiravir sedang mengurus izin penggunaan darurat di Amerika Serikat. Kimia Farma Indonesia juga sedang melakukan uji klinis. (Foto: unsplash)


Obat Covid-19 bernama molnupiravir kini sedang mengurus izin penggunaan darurat di Amerika Serikat. Tablet milik Merck itu juga sedang menjalani uji klinis tahap akhir di Kimia Farma, Indonesia.

Kimia Farma Uji Coba Molnupiravir

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad menyebut jika pemerintah melalui Kimia Farma sedang melakukan proses uji klinis obat Covid-19 molnupiravir. Rencananya, uji klinis bersama Favipiravir akan selesai di bulan ini.

“Nanti ada obat-obat lain seperti molnupiravir. Obat tersebut saat ini tengah dalam proses uji klinis antigen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2021,” kata Dasco dikutip dari idxchannel.com, Minggu 3 Oktober 2021.

Menurutnya, obat molnupuravir akan menjadi penawar baru bagi pasien terinveksi Covid-19, serta memberikan kesembuhan. “Kalau ada yang Covid dikasih minum itu, tidak dicampur-campur dengan yang lain-lain, insyaallah baikan,” katanya.

Molnupiravir Tak Perlu ke Rumah Sakit

Obat yang diproduksi oleh Merck ini berpotensi menjadi obat Covid-19 pertama di dunia, yang bisa diberikan kepada pasien, tanpa menjalani perawatan di rumah sakit.

“Molnupiravir adalah obat antivirus oral yang dapat menurunkan risiko rawat inap hingga tingkatan tertentu akan penjadi game changer,” kata peneliti senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, Amesh Adalja, dikutip dari Reuters, pada Minggu 3 Oktober 2021.

Obat yang ada saat ini, semuanya diberikan pada pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Di ataranya adalah remdesivir dan deksametason.

Amerika Serikat Pesan 1,7 Juta

Kini Merck sedang mengurus izin penggunaan darurat dari tablet molnupiravir di Amerika Serikat, serta izin penggunaanya secara global.

Perusahaan tersebut juga berencana memproduksi 10 juta dosis pengobatan di akhir 2021. Pemerintah Amerika Serikat juga memiliki kontrak untuk mendapatkan 1,7 juta dosis lengkap tablet molnupiravir dengan harga USD 700 per dosis pengobatan, atau sekitar Rp 9,9 juta dikutip dari Reuters.

Ada pula kemungkinan menambah dosis pengobatan hingga 3,5 juta, bagi pemerintah Amerika Serikat. Meski, Merck juga menyebut telah mengadakan perjanjian serupa tentang tablet obat Covid-19 molnupiravir dengan sejumlah negara lain. (Idx/Rtr/Bbc)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *