Operator Salah Input Data, Pemuda Batal jadi Siswa Bintara Polri

Tangkapan layar Christofel Tamalun (kiri) meminta keadilan dan videonya viral (Foto: instagram)

[ad_1]

Sebuah video viral di media sosial. Video itu diunggah ulang akun Instagram @omg.indonesia.id. Video berdurasi 58 detik itu memperlihatkan seorang pria berbaju abu-abu dan bermasker merah menelungkupkan tangannya sambil berdiri. Di sampingnya terlihat seorang pria berbaju batik dan bermasker ditemani dua orang perempuan.

Pria berbaju abu-abu itu lantas menyampaikan pidatonya. “Kepada yang terhormat bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri. Kami ingin menyampaikan permohonan terkait anak kami. Yang mengikuti tes Bintara Polri pada tanggal 22 Juli 2021,” katanya.

Pria bermasker merah itu lantas melanjutkan, “Pada saat pengumuman disaksikan seluruh masyarakat,dan  menjadi kebanggan bagi kami sekeluarga. Kami langsung membuat ibadah syukur. Tetapi hari ini pada tanggal 29 Juli 2021 kami menerima surat bahwa anak kami dinyatakan tidak lulus dan sudah digantikan orang lain”.

Dari informasi yang ditulis pemilik akun, pria berbaju abu-abu itu adalah Christofel Tumalun. Christofel adalah bapak dari salah satu siswa calon Bintara Polri 2021 asal Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Christofel meminta keadilan kepada presiden pun kapolri agar anaknya Rafael Malalagi mendapatkan pendidikan layak.

Pasalnya, sebelumnya Rafael diumumkan lolos menjadi siswa Bintara Polri terpilih. Sayangnya, pada 29 Juli 2021 Rafael dinyatakan tidak lolos. Terlebih, posisinya digantikan orang lain.

Warganet Geger

Aksi permohonan keadilan Christofel terekam kamera dan viral di media sosial. Sejak diunggah video itu ditonton lebih dari 18.196 viewer dan mendapat 1.134 komentar.

“Ayo Pak, semangatt!!,” tulis akun @taniasanny.

“Bantu viralkan gaezz biar dia mendapatkan pendidikannya. Ini ada permainan bayar kursi,” celetuk penguna bernama @margaretha.

“Keadilan sosial bagi rakyat berduit, asyeeeq,” sahut warganet lainnya.

Operator Salah Input Data

Mengetahui video Christofel viral, pihak SDM Polda Sulut buka suara. Mereka menyebut adanya kesalahan input data yang dilakukan oleh operator. Pada saat pengumuman, Rafael berada di peringkat terakhir dari 22 kuota yang tersedia.

Namun, setelah adanya pengumuman calon siswa terpilih, ada satu calon siswa lainnya yang datang mengkomplain. Calon siswa tersebut memprotes atas nilainya tak sesuai dengan hasil yang diperoleh. Setelah protes tersebut diakomodir, pihaknya lantas melakukan pengecekan nilai. Ternyata memang benar operator melakukan kesalahan input data. (Oke)



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.