OSIDA, Pengawasan Berbasis Digital dari OJK

[ad_1]

OSIDA, Pengawasan Berbasis Digital dari OJK

SuaraKupang.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi luncurkan OJK Suptech Integrated Data Analytics (OSIDA yaitu implementasi pengembangan Supervisory Technology (Suptech) yang mengotomasi analisis data laporan IJK.

“Pengembangan suptech dilakukan mengingat transformasi digital di bidang perbankan menghasilkan data yang sangat besar. Analisis atau pengawasan terhadap data-data dimaksud tidak dapat optimal apabila dilakukan secara manual,namun harus menggunakan bantuan teknologi,” ungkap Heru Kristiyana Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK pada peresmian OSIDA secara hybrid di Jakarta (29/3).

Melalui OSIDA OJK terus mengembangkan teknologi pengawasan Industri Jasa Keuangan (IJK) khususnya perbankan akan memiliki pendekatan dan metodologi yang berbeda dibandingkan dengan yang dijalankan sebelumnya.

“Pemanfaatan Suptech meningkatkan otomasi proses dan kemampuan analisis terhadap aktivitas bisnis yang dilakukan oleh industri keuangan, serta memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi OJK untuk dapat melakukan supervisory actions dengan lebih dini,” tambahnya.

OSIDA diperlukan untuk pendeteksian sinyal early warning dan compliance check sebagai indikasi awal kelemahan governance pada aktivitas bisnis bank, potensi fraud, manipulasi data, dan ketidakpatuhan pada ketentuan dengan melakukan intervensi dan supervisory actions lebih dini diperlukan sebagai Langkah antisipatif.
Fungsi data analytics OSIDA saat ini mencakup pengolahan data pelaporan BI- Antasena, Big Data Analytics untuk mengolah data pelaporan SLIK, dan Sistem Artificial Intelligence based control for Incompliance and Irregularity (AICII) untuk mengolah data pelaporan BPR melalui APOLO.

Pada implementasi tahap awal, skenario analytics OSIDA masih pada lingkup analisis per individu bank dan industry-wide perbankan. Pengembangan OSIDA lebih lanjut akan meliputi data Pasar Modal dan IKNB agar dapat dilakukan analisis cross-sectoral secara terintegrasi untuk mendeteksi peningkatan risiko pada satu sektor yang dapat berefek ke sektor lainnya.

Selain itu, pengembangan kapabilitas untuk mengolah data unstructured dari sumber eksternal seperti Reuters, media sosial, berita online, dan lainnya, akan dapat lebih lanjut meningkatkan kemampuan OSIDA untuk memberikan insights yang lebih mendalam serta red-flags terkait IJK yang diawasi.

Hasil olahan OSIDA sudah dapat diakses oleh seluruh Pengawas Bank di Kantor Pusat, Kantor Regional dan Kantor OJK secara langsung melalui PC atau Notebook-nya masing-masing.

Photo Credit :  Heru Kristiyana Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK dalam peresmian OSIDA secara hybrid di Jakarta (29/3)/Doc/ Ist
Atti K.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.