Pakar Ekonomi Unair Sambut Positif Isu BSI Jadi BUMN

Logo Bank Syariah Indonesia. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Pakar ekonomi syariah Universitas Airlangga (Unair) Imron Mawardi komentari isu PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang berencana mengubah status perseroan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Menurut Imron, perubahan status BSI dengan menjadi BUMN tersebut, merupakan sinyal positif bagi perkembangan industri perbankan syariah di Tanah Air.

Imron berpendapat, terdapat dua keuntungan yang terbuka lebar apabila BSI beralih status menjadi bank plat merah. Keuntungan pertama terkait dengan peningkatan modal. 

Peningkatan modal BSI, akan membuat bisnis bank syariah terbesar di Indonesia ini menjadi lebih efisien dan disinyalir akan mempermudah mereka untuk bersaing dengan bank konvensional.

“Selama ini (bank) syariah itu kan dianggap lebih mahal, padahal sebenarnya kan (mahal) bukan karena faktor syariahnya, tapi adalah faktor size of business-nya,” kata Imron, Senin, 4 April 2022

Keuntungan lain, kata Imron, yakni dapat menghindari konflik antar pemilik. Diketahui, sebagian besar proporsi saham BSI dimiliki oleh tiga bank konvensional, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (50.83 persen), PT Bank Negara Indonesia Tbk (24.85 persen), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (17.25 persen). 

Imron mengungkapkan, dengan mengubah kepemilikan BSI menjadi BUMN menjadikan bank itu independen dan terlepas dari kendali bank konvensional.

“Maka merger BSI menjadi Bank BUMN itu bisa menjadikan persaingan dan apple to apple kalau dipersaingkan dengan bank konvensional,” ujarnya.

Pria yang menjabat ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jatim itu menjelaskan, penggabungan bank syariah menjadi satu entitas bisnis di bawah kendali pemerintah merupakan rencana lama. 

Rencana tersebut sudah ada semenjak Dahlan Iskan menjadi menteri BUMN. Saat itu terdapat rencana membentuk anchor bank syariah, yaitu satu bank syariah besar yang dapat bersaing dengan bank konvensional.

Saat itu terdapat usulan Bank Negara Indonesia (BNI) yang akan dikonversi menjadi bank syariah. Namun rencana tersebut dinilai tidak mudah karena BNI merupakan perusahaan terbuka sehingga memerlukan pertimbangan dari para pemegang sahamnya.

“Sehingga bergabungnya BSI menjadi bank BUMN akan menjadi suatu jawaban dari rencana besar dulu yang tidak terlaksana,” tutupnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.