Pakistan Murka Karena India ‘Tak Sengaja’ Luncurkan Rudal ke Wilayah Mereka

[ad_1]

India, Pakistan, rudal, nuklir, kesalahan teknis

India uji coba rudal jarak jauh Agni-5 pada 15 September 2013. Foto: Pallava Bagla/Corbis via Getty Images

Pakistan mengungkapkan pada Kamis (10/3) lalu, telah terjadi pelanggaran zona pertahanan udara mereka. Rudal supersonik milik India menghantam sebuah daerah dekat kota Mian Channu, berjarak hampir 500 kilometer dari ibu kota Islamabad, sehari sebelumnya. Meski tidak menelan korban jiwa, ledakan akibat hantaman rudal itu merusak beberapa rumah warga setempat.

Kementerian Pertahanan India baru merespons sehari setelah Pakistan melaporkan kejadian tersebut ke media. India menyesali kesalahan teknis yang memicu peluncuran rudal, sekaligus mengaku lega tidak ada korban jiwa.

Terlepas apapun pemicunya, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan seputar mekanisme keselamatan uji coba rudal India dan komitmen Negeri Sungai Gangga mencegah terjadinya konflik dengan negara tetangga mereka yang sama-sama memiliki senjata nuklir.

“Insiden ini cukup serius dan mengundang pertanyaan mengenai proses keselamatan infrastruktur nuklir India,” ujar Ajai Shukla, pensiunan kolonel sekaligus penulis yang kerap meliput isu pertahanan negara di Delhi.

Kedua negara itu hubungan diplomatiknya sering panas, sejak resmi berpisah pada 1947. India dan Pakistan sudah tiga kali berperang, meski akhirnya ketegangan mulai berkurang begitu kedua negara sama-sama mengembangkan kepemilikan senjata nuklir pada 1998. 

India dan Pakistan rutin melakukan uji coba peluncuran rudal. Pada 2021, India menguji 16 rudal jenis balistik dan jelajah benua, sedangkan Pakistan menguji 10 rudal dengan kemampuan yang hampir setara. Peluncurannya terjadi dalam kurun sebulan.

Namun, India sedang tidak melakukan uji coba resmi, ketika rudal supersoniknya menghantam negara tetangganya. “Telah terjadi kesalahan teknis selama proses pemeliharaan,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan India dalam keterangan tertulis akhir pekan lalu. Pemerintah India berjanji akan menyelidiki penyebab meluncurnya rudal tanpa otorisasi tersebut.

Kementerian Pertahanan Pakistan sendiri murka, mengatakan rudalnya melesat tiga kali lebih cepat dari kecepatan suara pada ketinggian 12.000 meter, sehingga dapat membahayakan penerbangan sipil.

Pakar pertahanan menduga rudal yang “tidak sengaja” ditembakkan itu berjenis BrahMos supersonik, yang bisa dipasangi hulu ledak nuklir. Rudal yang dikembangkan India bersama Rusia itu dapat membawa hulu ledak seberat 300 hingga 600 pon.

Otoritas Pakistan mendesak dilakukannya penyelidikan mendalam terhadap insiden ini. Mereka juga menyayangkan sikap India yang tidak segera menginformasikan ada kesalahan teknis dalam peluncuran rudal pada 9 Maret lalu.

“Andai saja Pakistan tidak menanggapinya dengan bijaksana, insiden ini dapat memicu situasi diplomatik yang jauh lebih buruk,” kata Abdul Basit, mantan diplomat Pakistan di Jerman dan India, saat dihubungi VICE World News.

“Kalau memang sistem keamanan rudal India seburuk ini, seluruh dunia seharusnya khawatir,” lanjutnya.

Kecerobohan manusia pernah menyebabkan kecelakaan senjata nuklir di masa lalu, seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Pada 1980, rudal Titan 2 yang dilengkapi bom nuklir meledak di Kota Damaskus, Negara Bagian Arkansas. Peristiwa ini disebabkan oleh pekerja yang tak sengaja menjatuhkan soket kunci inggris ke poros dan menusuk rudal. Ledakan hebat itu menelan satu korban jiwa dan melukai 21 orang lainnya.

Follow Rimal Farrukh di Twitter.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.