Pasca Banjir, Pemkot Batu Petakan 600 Warga Kategori Rentan

  • Bagikan
Komandan Tim Pelaksana Banjir Bandang Kota Batu, Punjul Santoso saat berada di posko BPBD Kota Batu (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)


Tim Penanganan Banjir Bandang Kota Batu memetakan sekitar 600 masyarakat yang tergolong kategori rentan terkena masalah kesehatan maupun psikologis pasca terjadinya bencana air bah pada lima hari lalu.

Sejumlah masyarakat rentan tersebut tersebar di Dusun Keliran, Dusun Buludendeng dan Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Masyarakat rentan terdiri dari lansia, pra-lansia, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. Komandan Tim Pelaksana Banjir Bandang Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, sejumlah masyarakat rentan tersebut membutuhkan penanganan pasca banjir.

“Ada beberapa lansia yang terdampak, ibu hamil, balita, dan semuanya membutuhkan penanganan pasca banjir bandang,” ujarnya pada Senin, 8 November 2021.

Warga yang terdampak banjir di tiga dusun tersebut, kata Punjul, akan diberikan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologisnya pasca banjir bandang lima hari lalu.

“Kami melibatkan psikolog untuk memberikan motivasi. Karena ada beberapa orang yang keluarganya meninggal pasca banjir ini kan perlu penanganan juga,” katanya.

Punjul menambahkan, di sisi lain pihaknya juga mengantisipasi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil hingga balita terkena penyakit pasca terjadinya banjir bandang.

“Kami sudah menyiapkan RS rujukan untuk penanganan seperti RS Baptis, Prasetya Husada, Hasta Brata, RS Punten juga RSIA Haji,” ujarnya.

Runtuhan material pasca banjir bandang di Kota Batu (Foto: Lalu Theo/Ngopibareng.id)

Punjul menyatakan, pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah warga terdampak dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Jika nanti, ada warga yang mengalami gejala Covid-19 seperti sesak napas maka akan diambil tindakan untuk dilakukan swab antigen.

“Pemeriksaan rapid antigen bagi masyarakat terdampak dan relawan yg mengalami gangguan demam dan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” katanya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *