Pelaku Sodomi Mengaku Terinspirasi dari Video Porno

Tersangka kasus sodomi memakai baju tahanan nomor dada 53. Pria berkepala plontos ini tertunduk saat Polresta Banyuwangi melakukan rilis kasus pada Kamis, 13 Januari 2022 pagi. (Foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Pelaku sodomi di Banyuwangi, Jawa Timur, mengaku melakukan perbuatan asusilanya akibat terpengaruh video porno. Pria berinisial S ini mengaku keinginan untuk melakukan sodomi muncul begitu saja. Pelaku berusia 20 tahun ini, sehari-hari bekerja sebagai buruh timbang ikan di Pelabuhan Muncar.

“Tiba-tiba saja saya ingin melakukan itu,” jelasnya saat dihadirkan dalam rilis kasus di Polresta Banyuwangi, Kamis, 13 Januari 2022 pagi.

S menjelaskan, dirinya melakukan perbuatan itu karena terinspirasi adegan dalam video porno. Warga Kecamatan Muncar ini mengaku sering nonton video bokep yang menampilkan adegan tak senonoh. Tiba-tiba saja, S ingin melakukan perbuatannya. Aksi sodominya baru pertama kali dilakukan terhadap korbannya.

“Ini baru pertama kalinya saya melakukan itu,” aku S.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Nasrun Pasaribu menyatakan, sejauh ini korban dalam kasus sodomi ini baru satu orang. Namun tak menutup kemungkinan ada korban lainnya. Warga pun diimbau melapor jika merasa menjadi korban S.

“Jika ada masyarakat yang merasa menjadi korban segera melapor ke Polres Banyuwangi atau Polsek terdekat untuk segera kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Nasrun mengimbau, masyarakat agar mewaspadai kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini. Karena tidak ada yang tahu di mana atau kapan pelaku memiliki niat atau melakukan kegiatan bejat tersebut.

“Kita harus mengawasi anak kita dan memberikan edukasi baik dari sekolah maupun lingkungan luar sekolah,” tegasnya.

Selama ini, pihak kepolisian telah melakukan berbagai penyuluhan kepada masyarakat berkaitan dengan upaya pencegahan kejahatan seksual terhadap anak ini. Melalui Bhabinkamtibmas telah dan akan terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat.

“Kita petugas juga memberikan penyuluhan melalui Bhabinkamtikmas, PPA juga melakukan penyuluhan untuk antisipasi pelaku kejahatan seksual ini,” pungkas Nasrun.

Sebelumnya, seorang pemuda 17 tahun menjadi korban sodomi S. Pelaku membawa korban ke sebuah rumah kosong di kawasan perkebunan. Sebelum disodomi, korban lebih dulu mendapatkan tindakan kekerasan dengan cara dipukul menggunakan sebatang kayu. Begitu korban tak berdaya, pelaku melancarkan aksi sodomi.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.