Pembangkit Bertenaga Nuklir di Berbagai Negara Punya Musuh: Ubur-Ubur

  • Bagikan


alasan Ubur-ubur sering mengganggu operasional PLTN di berbagai negara

Ribuan ubur-ubur menyumbat saluran air di PLTN kota Hadera, Israel, pada 27 Juni 2017. Foto oleh ACK GUEZ/AFP via Getty Images 

Perusahaan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kota Torness, Skotlandia, terpaksa menyetop operasi beberapa kali, akibat maraknya ubur-ubur di salur air instalasi mereka. Insiden terbaru berlangsung pada pertengahan Oktober 2021, ratusan ubur-ubur menyumbat sistem pengaliran air laut yang berfungsi mendinginkan reaktor.

“Serangan” ubur-ubur ke PLTN di Skotlandia ini sudah rutin terjadi sejak 2011. Kala itu, PLTN Torness sampai harus berhenti beroperasi selama seminggu, memicu kerugian sekitar US$1,5 juta per hari, lantaran tidak ada listrik yang bisa dihasilkan selama ubur-ubur menyumbat saluran air.

Juru bicara EDF Energy, perusahaan yang mengelola PLTN Torness, menyatakan kehadiran ubur-ubur itu, saking lazimnya, sudah mereka antisipasi sebagai masalah tahunan. “Harus diakui, musim ubur-ubur berpotensi mengganggu operasional PLTN,” ujarnya saat dikonfirmasi Motherboard, situs teknologi bagian dari VICE.com. “Namun, dalam insiden yang baru saja terjadi, kami tidak harus melakukan tindakan yang menghentikan operasional pembangkit listrik.”

Musim ubur-ubur lazimnya terjadi beberapa bulan sekali, membuat air di kawasan laut tertentu akan penuh dengan hewan lunak tersebut. Ledakan populasi ubur-ubur menjadi masalah bagi beberapa PLTN yang lokasinya dekat laut. PLTN di pinggir laut biasanya akan menyerap air dalam jumlah besar, untuk mendinginkan reaktor. Dalam prosesnya, kadang ubur-ubur dalam jumlah ribuan ikut terserap, membuat pipa tersumbat.

Fenomena penyumbatan pipa pendingin reaktor nuklir akibat ledakan populasi ubur-ubur sampai masuk kajian jurnal the Bulletin of Atomic Scientists pada 2015. Sampai sekarang, belum ada sistem yang secara maksimal dapat menghalau ubur-ubur nyangkut di pipa PLTN.

“Pada beberapa kasus, pemadam reaktor terpaksa dilakukan untuk sementara akibat sumbatan di pipa yang dipicu ubur-ubur,” demikian analisis yang terbit di jurnal tersebut.

Kasus seperti di Skotalandia pernah dialami PLTN di California, Amerika Serikat, pada 2008. Reaktor terpaksa dimatikan selama beberapa hari, karena massifnya jumlah ubur-ubur yang menyumbat pipa. Insiden serupa terjadi tiga tahun berikutnya di Jepang, juga memicu pemadaman reaktor nuklir. Insiden terkait ubur-ubur vs reaktor nuklir lain tercatat pada 2017, menimpa PLTN di Israel.

Untuk mencegah insiden serupa terulang, tim ilmuwan di Skotlandia akan rutin menerbangkan drone, memantau kondisi laut di sekitar PLTN. Jika muncul tanda-tanda sedang musim ubur-ubur, maka pengelola PLTN akan diberi peringatan, agar tidak melakukan proses pendinginan terlebih dulu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *