Tak Berkategori  

Pemerintah Venezuela Tahan Aktivis HAM atas Tuduhan Konspirasi

Pemerintahan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, telah menangkap aktivis hak asasi manusia, Rocio San Miguel. Pemerintah mengonfirmasi hal itu pada Minggu.

Tarek William Saab, Jaksa Agung Venezuela, menulis di akun media sosialnya bahwa San Miguel telah ditangkap atas tuduhan konspirasi melawan Maduro, namun tidak memberikan rincian apa pun tentang kasus yang menimpanya.

San Miguel, 57 tahun, adalah seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang memiliki spesialisasi meneliti angkatan bersenjata Venezuela yang seringkali korup.

Saab mengklaim San Miguel telah dikaitkan dengan rencana untuk membunuh Maduro atau pejabat lainnya dan menyerang angkatan bersenjata.

San Miguel ditangkap pada Jumat di sebuah bandara di Caracas, dan aktivis hak asasi manusia mengatakan mereka tidak tahu ke mana dia dibawa.

“Kami tidak tahu di mana dia sekarang,” kata Gonzalo Himob, pemimpin kelompok hak asasi manusia dan sipil Foro Penal, yang memperkirakan rezim Maduro menahan 261 tahanan politik.

Pada Desember, Saab memerintahkan penangkapan selusin anggota oposisi, termasuk mantan pemimpin Majelis Nasional, Juan Guaido dan tiga staf kampanye calon presiden Maria Corina Machado.

Pada Januari, pemerintah AS menarik kembali sebagian keringanan sanksi yang diberikan kepada Venezuela tahun lalu, setelah pengadilan tertinggi di negara Amerika Selatan tersebut memblokir pencalonan presiden dari pemimpin oposisi.

Prospek pemilihan presiden yang bebas, mendapat tantangan keras bulan itu, ketika pengadilan tertinggi Venezuela, menguatkan larangan terhadap pencalonan María Corina Machado. Maria adalah musuh lama pemerintah dan pemenang pemilihan pendahuluan yang diadakan oleh faksi oposisi yang didukung AS.

Departemen Keuangan AS memberi waktu kepada perusahaan-perusahaan yang bertransaksi dengan perusahaan pertambangan milik Venezuela hingga 13 Februari untuk menghentikan operasinya.

Departemen tersebut telah mengizinkan transaksi dengan perusahaan pertambangan tersebut pada Oktober setelah pemerintahan Presiden Nicolás Maduro setuju untuk menghadirkan kesetaraan bagi calon-calon menjelang pemilihan presiden tahun ini. [ns/lt]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *