Pemprov Jatim Dorong Pemenuhan Hak Disabilitas

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim, Benny Sampirwanto. (Foto: kominfojatim)

[ad_1]

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkomitmen memberikan kesejahteraan bagi penduduk Jawa Timur, termasuk penyandang disabilitas. Bentuknya dengan upaya menyeimbangkan relasi, mengurangi ketimpangan, dan memastikan akses pada layanan umum seperti pendidikan, pekerjaan, dan kewirausahaan terbuka bagi seluruh masyarakat Jatim.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim, Benny Sampirwanto saat peresmian sekolah dan musala Yayasan Sanggar Al-Ikhlas, di Desa Madumolyorejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, Kamis 6 Januari 2022.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan Jatim menuju inklusifitas dimana pembangunan dan renovasi infrastruktur mulai berfokus pada inklusi sosial dengan penyediaaan fasilitas ramah disabilitas terutama di tempat-tempat pelayanan publik.

Selain infrastruktur, di sisi pendidikan, sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 30 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Prov Jatim, bahwa seluruh sekolah di Jatim mengarah ke sekolah inklusi, yang juga mengatur tentang penyediaan tenaga pendidik khusus untuk sekolah penerima siswa berkebutuhan khusus.

“Kami ingin terus meningkatkan kesetaraan, kesempatan, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Saat ini, kita memiliki berbagai kebijakan terkait perlindungan anak penyandang disabilitas,” katanya, dikutip dari laman Kominfo Jatim.

Dilanjutkannya, tujuan prioritas pendidikan inklusif adalah membantu peningkatan kemampuan diri, pendidikan formal dan informal, akses penyandang disabilitas untuk dapat meningkatkan kemampuan, serta akses untuk memperoleh kesempatan kerja dan berwirausaha.

“Untuk itu, saya berharap semua pihak untuk bersama-sama memberikan yang terbaik bagi pemenuhan hak dan perlindungan anak khususnya anak penyandang disabilitas di satuan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan di era globalisasi menuntut adanya komunikasi efektif, agar semua program dapat bekerjasama, berkembang, humanis dan berdaya saing.

Diharapkan, sistem pendidikan menggunakan konsep lurus dan maju kedepan, serta ada harapan besar, memberikan ruang-waktu yang lebih banyak kepada guru untuk berkreasi, berinovasi untuk membuat terobosan untuk siswa terutama teman-teman disabilitas sebagai pengalaman, pendidikan, dan proses pembelajaran saat mereka turun ke masyarakat nanti.

Untuk mengupayakan terpenuhinya hak-hak bagi penyandang disabilitas, Pemprov Jatim mengajak seluruh masyarakat terlibat menjalankan program untuk penyandang disabilitas. Termasuk melalui program CSR dari dunia usaha.

“Saya bangga dan berharap, vibrasi peresmian sekolah Yayasan Sanggar Al-Ikhlas ini dapat menyebar dan menjadi contoh di Kabupaten lainnya untuk terus peduli dan menyejahterakan teman-teman disabilitas,” katanya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.