Pengguna KRL Naik, KAI Commuter Konsisten Lakukan Prokes dan Pembatasan Penumpang

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Melandainya penyebaran Covid-19 seiring dengan relaksasi PPKM yang diberlakukan pemerintah secara langsung meningkatkan aktivitas ekonomi di masyarakat. Hal tersebut terlihat dari kenaikan jumlah penumpang di sektor transportasi KRL di Jabodetabek. Pada hari kerja pekan lalu (13-17 September) tercatat rata-rata harian pengguna KRL sejumlah 315.075 pengguna per hari. Sementara pada pekan sebelumnya (6-10 September) tercatat rata-rata harian pengguna KRL sejumlah 294.445 pengguna per hari atau bertambah sekitar 7% dibanding pekan sebelumnya.

“Dalam rangka menerapkan protokol kesehatan (prokes) jaga jarak dengan bertambahnya volume pengguna KRL, KAI Commuter mengantisipasi dengan melakukan pembatasan pengguna, baik di stasiun maupun di dalam KRL. Petugas akan mengatur pengguna sesuai dengan kapasitas yang diizinkan,” kata VP Corsec KAI Commuter, Anne Purba di Jakarta, Senin (20/9).

Pantauan di seluruh stasiun pada Senin (20/9) pagi ini, penumpang KRL tampak tertib dan lancar. Petugas di lapangan dengan teliti memeriksa persyaratan naik KRL yang dibawa pengguna yaitu dengan menunjukkan sertifikat vaksin dalam bentuk digital maupun cetak.

Hingga pukul 08.00 WIB, pengguna di seluruh stasiun tercatat ada 104.514 orang atau bertambah sekitar 9 persen dibanding waktu yang sama pekan lalu yaitu sebanyak 95.469 orang. Adapun stasiun yang mencatatkan kenaikan jumlah pengguna antara lain Stasiun Bogor (8.329 pengguna, naik 9% dibanding pekan lalu waktu yang sama), Stasiun Bekasi (5.058 pengguna, naik 3%), dan Stasiun Parungpanjang (4.141 pengguna, naik 8%). Operasional dan layanan KRL tetap berjalan normal dengan 994 perjalanan per hari dimulai pukul 04.00-22.00 WIB. Sebanyak 307 perjalanan di jam sibuk pagi pukul 04.00-09.00 WIB dan 243 perjalanan di jam sibuk sore pukul 16.00-20.00 WIB. Agar terhindar dari potensi antrean, pengguna dapat melihat informasi kepadatan di stasiun melalui aplikasi KRL Access atau menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk.

“KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan penggunaan masker ganda, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum maupun sesudah naik kereta,” jelasnya.

Selain itu, aturan tambahan yang ada selama masa pandemi ini juga tetap berlaku. Aturan tambahan ini mencakup tidak berbicara saat berada di dalam kereta, lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 – 14:00 atau di luar jam-jam sibuk, serta anak balita sementara belum diizinkan naik KRL. Untuk siswa sekolah yang belum masuk usia vaksinasi tetap dapat menggunakan KRL dengan menunjukkan surat keterangan dari sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

“Seluruh upaya terus dilakukan KAI Commuter agar pengguna merasa aman, nyaman, dan sehat saat naik KRL. Tetap upayakan berkegiatan dari rumah, gunakan KRL hanya saat kondisi mendesak,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *