Penumpang KA Naik Hingga 31 Persen, KAI: Ekonomi Mulai Menggeliat

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai berdampak pada sektor transportasi. Salah satunya transportasi yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (persero). Sepanjang tahun 2020, KAI mencatatkan rugi hingga lebih dari Rp1 triliun, sedangkan semester I/2021 kerugian mencapai Rp512 miliar.

“Semester I/2021 jauh lebih kecil dibanding tahun 2020. Tahun lalu kerugian lebih dari satu triliun. Sedangkan di semester 1/2021 mencapai Rp512 miliar. Untuk semester II/2021, kita ingin turunkan lagi melalui efisiensi biaya produksi hingga optimalisasi aset,” kata Joni Martinus, VP Public Relations KAI ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (18/10).

Menurutnya, kerugian yang dialami PT KAI terjadi karena penurunan penumpang secara drastis akibat covid-19. Masyarakat membatasi diri untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api sesuai dengan anjuran pemerintah. Selain itu, perseroan membatasi operasional perjalanan kereta api pada tiap rutenya. Salah satunya, KA Bandara yang dikelola PT KAI sempat tidak beroperasi ketika pandemi melanda Indonesia.

“Saat pandemi Covid-19 ini, semua moda transportasi terpukul, tidak hanya KA jarak jauh, lokal pun sama, termasuk KA bandara. Saat semua perjalanan dibatasi, persyaratan diperketat, maka mobilisasi masyarakat juga menjadi terbatas,” jelasnya.

Namun, saat ini terjadi peningkatan penumpang meskipun jumlahnya belum signifkan. Berdasarkan data per minggu kemarin, Kereta Api Jarak Jauh (week to week), naik mencapai 31,2 persen dari 42.000 penumpang per hari menjadi 56.000 penumpang per hari.

“Peningkatan jumlah penumpang tersebut menjadi preseden baik bagi KAI. Saat ini sudah terlihat giat dinamika masyarakat untuk bepergian, artinya ekonomi sudah mulai berputar,” jelasnya.

Selain efisiensi dan optimalisasi aset, PT KAI juga melakukan creating value dengan mengoptimalkan angkutan kereta kargo. Selama pandemi, angkutan kereta kargo menyumbang 80 persen pendapatan perseroan. Mayoritas angkutan kargo didominasi angkutan batubara mencapai 78 persen, sisanya BBM, semen dan mutan kargo lainnya.

Dari sisi layanan, PT KAI memberikan terus mengembangkan fasilitas yang memanjakan penumpang KA jarak jauh melalui layanan WIFI gratis untuk kereta Jakarta-Bandung. KAI juga memangkas waktu tempuh kereta Jakarta-Jogja hingga satu jam, dari semula tujuh jam menjadi enam jam perjalanan. Selain itu, KAI hingga kini masih menyediakan health kit bagi penumpang.

“Hampir semua moda transportasi tidak menyediakan fasilitas health kit, hanya KAI yang hingga kini masih memberikan health kita berupa masker dan tisu basah. Itu bentuk komitmen kami untuk melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *