Peran Komisi E DPRD Jawa Timur Menanggulangi Stunting di Kediri

Komisi E DPRD Jatim dalam kegiatan Focus Group Discussion dengan tema Memperkuat Kebijakan Penanggulangan Stunting di Provinsi Jawa Timur. (Foto: Fendhy Plesmana/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Kabupaten dan Kota Kediri menjadi sorotan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur. Penyebabnya, Kediri masih 5 besar wilayah di Jawa Timur yang warganya teridentifikasi stunting.

“Stunting di Kabupaten Kediri 20 persen, memang tertinggi di Kota Kediri ini 22,89 persen. Kediri menjadi perioritas saya karena urutan nomor 5 di Jawa Timur kasus stanting. Mari kita berupaya untuk mengatasi stunting di Kabupaten Kediri dan kota sehingga target di 2021, setidaknya kita sama dengan target di Jawa Timur yakni 12 persen,” kata Wara Sundari Renny Pramana, Ketua Komisi E DPRD Jatim, saat menghadiri kegiatan Focus Group Discussion dengan tema Memperkuat Kebijakan Penanggulangan Stunting di Provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Bunda Reny ini memotivasi para kades serta seluruh elemen masyrakat agar mau membantu tugas dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam menanggulangi stunting. Menurutnya, putra Pramono Anung ini sangat peduli dengan warganya.

“Sekarang ibu bupati langsung jemput bola turun bersama bupati untuk mengurangi jumlah penderita stunting. Saya pun siap mengurangi kasus stunting di wilayah Kabupaten Kediri. Ini merupakan bagian dari tugas kita bersama,” kata Renny, politisi dari Fraksi PDI Perjuangan

Renny memberi contoh di Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, jumlah warga penderita stunting dapat ditekan. Sehingga aparat desa setempat mendapatkan penghargaan dari bupati. “Sebaiknya desa lain mencontoh prestasi ini,” sambung dia.

Lebih lanjut Renny juga mengedukasi, stunting sebenarnya bisa dihindari apabila asupan pemenuhan gizi dan nutrisi bagi ibu hamil dan pra hamil dapat terpenuhi secara benar. “Jika asupan gizi tidak dapat dijaga dengan baik, bisa berdampak buruk pada kondisi kesehatan si bayi, sehingga perkembanganya pun tidak normal,” demikian penjelasan Renny.

Sebagai anggota dewan yang membidangi kesejahteraan rakyat, ibu satu anak ini menghimbau kepada masyarakat agar tak segan untuk melapor kepada dirinya apabila ditemukan kasus stunting. Dengan begitu, pihaknya bisa berupaya semaksimal mungkin untuk turun membantu.

Dalam kegiatan Focus Group Discussion yang diselenggarakan di Hotel Grand Surya tersebut, Renny didampingi Hari Putri Lestari anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr Andriyanto selalu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur serta Tenaga Ahli Komisi E DPRD Jatim dokter Saleh.

Upaya langkah konkret yang dilakukan oleh anggota komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dalam penanggulangan stunting, antara lain melaksanakan penyediaan makanan tambahan bagi ibu hamil di kota dan kabupaten di seluruh Jawa Timur, penyediaan makanan tambahan balita kurus, melakukan pendampingan bagi ibu hamil, serta konseling dari pintu ke pintu (door to door) bagi keluarga rawan kesehatan.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.