Peringati HUT Ke-49, PDIP Gelar Bersih Sungai dan Tanam Pohon

Elit dan kader PDI Perjuangan bersih-bersih sungai dan tanam pohon mangga rayakan HUT ke-49 PDIP. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

PDI Perjuangan menggelar aksi bersih-bersih Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan menanam pohon dalam rangka menyambut HUT Ke-49. Sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk merawat lingkungan, para kader partai banteng itu pun menyebar di 15 titik DAS, Minggu Januari 2022.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memimpin kegiatan pembersihan DAS dan penanaman pohon di Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur. Sebanyak 227 kader partai yang juga anggota DPRD dan Satgas DPD DKI Jakarta, DPD Jawa Barat, dan DPD Jawa Tengah dikerahkan.

Di BKT hadir juga mendampingi Hasto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, serta sejumlah anggota DPR RI, antara lain Agustina Wilujeng Pramestuti, Dolfie OFP, Paryono, dan Aria Bima. Komandan Satgas DKI sekaligus Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi dan anggota DPRD DKI Gembong Warsono juga mengikuti kegiatan tersebut.

Berdasarkan data dari panitia, pembagian unsur DPP dalam kegiatan bersih-bersih dan tanam pohon disebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara.

Hasto mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan tradisi PDIP, khususnya sejak tiga tahun belakangan dalam menyambut HUT partai. Menurut Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati menginginkan partai terus menjaga kultur organisasi untuk merawat pertiwi.

“Dalam merawat pertiwi ini, kami memberikan oksigen bagi kehidupan. Berpolitik bagi PDI Perjuangan itu perspektifnya sangat luas, meliputi seluruh aspek kehidupan rakyat, sehingga kali ini DPD PDI Perjuangan DKI dipusatkan melakukan gerakan penghijauan pada tahun ketiga,” katanya.

PDIP, kata Hasto, juga ingin membangun tradisi membuang sampah. Dan hal itu mulai dibangun lewat kedisiplinan kader PDIP. Hasto mencontohkan Ketua Umum PDIP Megawati bahkan memperhatikan aspek paling sederhana dalam merawat lingkungan.

“Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri punya tradisi, ketika makan kacang, maka kulitnya tidak boleh dibuang. Karena mengandung kalium, satu unsur yang penting bagi tanaman. Bila kita ke Teuku Umar tempat Ibu Mega, kemudian melihat tanaman-tanaman, maka di atas tanaman itu ditebari kulit kacang, untuk memberi asupan bagi tanaman yang ditanam Ibu Megawati supaya memiliki asupan nutrisi,” ujar Hasto.

Sampah-sampah di kediaman Megawati Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, dipisahkan mana sampah plastik yang bisa diolah dan mana sampah organik. Dan setiap dua minggu sekali dibawa ke tempat proses pengolahan sampah dan kemudian dipakai untuk merawat tanaman.

“Jadi dalam keseharian ibu Megawati Soekarnoputri mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga lingkungan, menjaga kehidupan, pentingnya merawat pertiwi,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menanam pohon mangga dan menyapu area BKT bersama Ahmad Basarah. Semua yang hadir diajak menyapu minimal 20 meter persegi.

Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah mengatakan, PDIP memiliki doktrin untuk melakukan segala bentuk yang bermanfaat bagi negara dan bangsa, salah satunya melalui penghijauan ini.

“Kesehatan itu bukan hanya kesehatan demokrasi, namun juga kesehatan lingkungan dan kemanusiaan kita. Dengan kata lain, dengan berpartai kita juga hendaknya berpikir kemanusian bukan hanya soal elektoral saja,” kata Basarah.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.