Permintaan Naik, Rumah Pemotongan Hewan Kota Malang Tambah Sibuk

Proses penyembelihan hewan kurban di RPH Gadang, Kota Malang (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

[ad_1]

Permintaan pemotongan hewan kurban di Kota Malang pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah atau 2021 Masehi ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Perumda Tunas Malang, Elfiatur Rokhiah mengatakan pemotongan hewan kurban di Kota Malang dilakukan di dua tempat yaitu Rumah Pemotongan Hewan Gadang dan Cemorokandang.

“Di sini setiap tahun hampir sama ya, rata-rata sekitar 80 ekor per hari. Cuman saat ini sedikit naik menjadi sekitar 120 ekor per hari,” ujarnya pada Selasa 20 Juli 2021.

Pemotongan hewan kurban di Kota Malang ujar Elfi akan berlangsung hingga 23 Juli 2021, kedepan. Peningkatan pemotongan hewan kurban kata dia karena ada beberapa instansi lebih memilih untuk menyembelih hewan kurban di RPH.

“Cuman ada tambahan baru-baru ini dari instansi yang biasanya motong sendiri di luar atau di tempat masing-masing itu sekarang beberapa ada yang kesini seperti Polresta dan takmir-takmir juga ada. Tapi peningkatanya juga tidak signifikan,” katanya.

Elfi mengatakan untuk petugas yang bekerja memotong hewan kurban di dua RPH di Kota Malang ada sebanyak 52 orang yang dibagi menjadi 13 tim. Semua petugas tersebut sudah dilakukan uji swab antigen dan dinyatakan negatif Covid-19. “Kami bagi dua shift. Karena satu shift itu maksimal lima jam. Tidak boleh orang itu lebih dari lima jam, harus ganti shift,” ujarnya.

Elfi menambahkan peningkatan permintaan pemotongan hewan kurban di RPH disebabkan juga karena adanya Surat Edaran (SE) Kementerian Agama RI Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 Hijriah/tahun 2021.

Peningkatan hewan kurban yang bakal disembelih di RPH didominasi oleh sapi. Sebab kata Elfi untuk kambing sendiri masyarakat masih bisa memungkinkan untuk melaksanakan penyembelihan di tempatnya masing-masing. “Kambing itu sebenarnya yang memotongkan di kami enggak banyak. Karena mungkin pertimbangan masyarakat, kalau kambing mereka masih ngatasi untuk ruangannya,” katanya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.