Pernyataan Sikap Seniman Surabaya Soal DKS, Kok Nyatut Nama?

DKS (Dewan Kesenian Surabaya) sudah lama vakum. Kini muncul gejolak lagi, setelah 15 orang menatas-namakan seniman mengeluarkan pernyataan sikap

[ad_1]

Pernyataan Sikap Seniman Surabaya soal DKS, Kok Ada yang Namanya Dicatut?

Lima belas orang yang menyatakan diri sebagai seniman Surabaya, mengeluarkan pernyataan sikap mengenai keberadaan DKS (Dewan kesenian Surabaya). Kelima belas orang masing-masing Farid Syamlan, Saiful Mujib, Agung Kasas, Erwin Budianto, Lupus Arboyo, Wawan Hendrianto, Syamduro, Syarif Waja Bae, Nur Hasan Asy’ari, Ega Mahardini, Anshari, Radian Jadid, Lulus Setiawan, Arif Hidayat dan Wahyudi.

Ada empat butir pernyataan, pertama mereka meminta kepada Walikota sebagai Kepala Pemerintahan Kota Surabaya untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepada Tim 11 sebagai perumus sekaligus Tim Formatur Konvensi Pemilihan Ketua Dewan Kesenian Surabaya.

Siapa saja yang dimaksud dengan tim 11 yang dimintakan SK dari walikota, ternyata belum jelas. Tidak disebutkan dalam surat pernyataan itu nama-nama yang ditunjuk menjadi anggota tim 11. Dalam surat pernyataan, pada butir ketiga hanya disebutkan,  meminta kepada Ketua Dewan Kesenian Surabaya yang sudah habis masa baktinya untuk menjadi bagian dari Tim 11 yang bertugas merumuskan dan sekaligus sebagai tim formatur konvensi pemilihan ketua dewan kesenian surabaya periode selanjutnya. Yang dimaksud Ketua DKS yang sudah habis masa baktinya, adalah Chrisman Hadi.

Sebelumnya, dalam butir kedua dalam pernyataan sikap itu juga disebutkan kelima belas orang itu meminta kepada Walikota sebagai kepala pemerintahan kota Surabaya untuk segera mengevaluasi kinerja Dinas Pariwisata Kota Surabaya terkait hubungannya dengan Dewan Kesenian Surabaya dalam konteks pemajuan kesenian dan kebudayaan.

Dan terakhir, butir keempat, mereka meminta kepada tim 11 untuk membentuk panitia pelaksana konvensi pemilihan ketua dewan kesenian surabaya.

Syarif Raja Bae, salah satu diantara 15 nama yang  tertulis sebagai penandatangan pernyataan sikap, mengatakan bahwa namanya dicatut. “Saya tegaskan, nama saya dicatut untuk diikutkan dalam pernyataan sikap ini. Saya sudah minta klarifikasi kepada Mas Farid dan Mas Wawan, bahwa saya tidak mau dibenturkan dengan kelompok manapun. Sejak dahulu saya memang sudah menyatakan siap kalau akan dipercaya  memimpin atau masuk jadi pengurus DKS untuk mewakili orang muda. Tetapi saya tidak mau kalau nama saya dibenturkan dengan siapapun. Kalau nama saya diikutkan sebagai salah satu penandatangan pernyataan sikap, itu artinya nama saya dibenturkan dengan kelompok yang lain” katanya, Rabu sore.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.