Platform Equity Crowdfunding Santara Tawarkan 72 UKM ke Pasar Sekunder

  • Bagikan



SuaraKupang.com – PT Santara Daya Inspiratama (Santara) mengumumkan 72 Usaha Kecil Menengah (UKM) ke pasar sekunder agar memudahkan para investor melakukan transaksi saham.

CEO Santara R Andi Kartiko Utomo mengatakan dengan masuknya 72 UKM di pasar secunder menjadi solusi ke depan dalam pendanaan UKM yang pada saat Pandemi bisa bertahan dan tumbuh denga baik.

“Kita semua tau UKM dalam mendapatkan pendanaan sedikit sulit karena UKM biasanya tidak memiliki jaminan atau kolateralnya kurang, sementara untuk kapitalisasi pasar, nilainya juga belum layak untuk listing melantai di bursa utama IDX. Melalui bursa sekondari UKM bisa dengan mudah mendapatkan pendanaan tetapi juga harus memenuhi syarat sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Andi dalam peluncuran 72 UKM ke pasar Sekunder, Jumat (5/11).

Andi menjelaskan Penerbit yang akan masuk dalam pasar sekunder adalah penerbit yang sudah memenuhi syarat berdasarkan aturan dan kebijakan dari OJK. Di antaranya, sudah listing di Santara selama minimal 1 tahun atau lebih, memenuhi syarat administrasi, dan sudah memasuki dua periode pembagian dividen.

Lanjutnya transaksi saham UKM di pasar sekunder Santara ini akan dilakukan melalui aplikasi Santara, baik itu di Android maupun iOS. Nantinya, para pengguna yang sudah terverifikasi data dirinya dapat membeli saham UKM yang diminati. Pengguna juga dapat menjual dan membeli saham di pasar sekunder pada hari Senin sampai Jumat di jam operasional pukul 09.00-17.00 WIB.

Sementara itu, President Commissioner Santara, Mardigu Wowiek Prasantyo mengungkapkan perusahaan ingin berkontribusi dalam membantu UKM untuk naik kelas. Dengan demikian, perekonomian Indonesia bisa semakin kuat dan pulih dari pandemi.

“Kita berharap bisa berkontribusi pada sisi menengah UKM. Kita harapkan dengan masuknya Santara bisa mendorong UKM agar naik kelas,” ujarnya.

Ia meyakini pada akhir 2022 Santara akan menyalurkan pendanaan kepada 1.000 UKM senilai Rp3 triliun dan Rp15 triliun pada 2023 mendatang dengan 5.000 urun dana UKM.


Photo Credit : CEO Santara R Andi Kartiko Utomo/Doc/Ist


 

Atti K.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *