Polemik TKW KPK, Semua Pihak Harus Besar Hati Menerima

Wakil Ketua PW GP Ansor NTT, Shabet Umar

SuaraKupang.com– Polemik yang terus berkepanjangan terkait mekanisme seleksi 24 Orang Pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawancara Kebangsaan (TWK) semua pihak harus menerima karena harus mengikuiti prosedur apa yang sudah ditetapkan melalui mekanisme serta aturan yang berlaku berdasarkan kebutuhan atau standar KPK dengan Badan Kepegawian Negara (BKN).

Semua pihak serta peserta seleksi harus menerima kebijakan untuk kemaslahatan bangsa yang lebih besar. Persoalan suka tidak suka atas kebijakan tersebut perlu mengikuti prosesdur berdasarkan kebutuhan yang ada.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTT, Shabet Umar kepada media di Kupang, Jumat (05/07), polemik TWK penerimaan pegawai KPK kita harus menerima keputusan demi kepentingan bangsa dan Negara. Persoalan aturan wajib semua pihak mengikuti, sesuai prosedur yang berlaku.

Menurut Shabet, mengenai suka dan tidak suka dalam keputusan yang sudah ditetapkan maka sudah seharusnya semua pihak dan elemen masyarakat lebih dewasa menyikapinya.

Kita berharap agar para elit tentunya harus menyampaikan sesuatu hal yang positif dengan statemen-statemen yang lebih obyektif dalam menyikapi TWK KPK tersebut. Dan tentu tidak asal dukung baik yang pro ataupun yang kontra mengenai kebijakan TWK KPK.

“ Mari kita mendorong kebijakan kebijakan demi kepentingan yang lebih besar, terkait pemberantasan korupsi menjadi akan menjadi lemah dan semangat pemberantasan korupsi harus dan wajib kita bersama-sama dukung karena demi kebaikan Negara dan bangsa yang lebih bersih baik kedepannya,” terang Shabet.

Walaupun semua pihak terus mengkritik atas kebijakan KPK bahwa semua peserta seleksi wajib lulus TWK, itu bagian standar kebutuhan demi memperbaiki kekurangan sistim KPK kedepan yang lebih baik.

Mengenai soal lembaga yang mana bertanggungjawab atas kebijakan TWK KPK, itu sudah jelas dan sudah disampaikan ke publik.

“Semua kita bisa berbicara dan mengkritik serta memberikan masuk serta solusi yang sesuai dengan mekanisme yang ada. Yang jelas kami mendukung langkah-langkah dan kebijakan yang sudah dilakukan oleh pimpinan KPK dalam melaksanakan pemberantasan korupsi di negeri yang kita cintai ini,” ujarnya.

Ditekankan, harapan kedepannya Indonesia lebih baik dalam pemberantasan korupsi, apalagi saat ini semua sedang dalam situasi sulit melawan pandemi Covid-19 yang pada tahun kedua ini harus bersama-sama melawannya dengan menerapkan Prokes ketat dikarenakan beberapa varian baru sudah masuk ke Indonesia. (Rn/Tm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.