Polsek dan Puskesmas Rusak Akibat Gempa Blitar

Puskesmas Wates mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, Jumat 21 Mei 2021. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan gempa di Blitar dari Magnitudo 6,2 menjadi Magnitudo 5,9. Gempa ini dirasakan di beberapa daerah di Jawa Timur, Yogyakarta hingga Bali, Jumat 21 Mei 2021 malam.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) menyampaikan, ada sejumlah kerusakan yang terjadi akibat gempa Blitar. “Hingga pukul 9 malam, ada beberapa rumah warga yang dilaporkan rusak dari ringan hingga sedang. Ada juga faskes. Paling banyak sejauh ini di Blitar, Malang,” ujar Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi dalam keterangan persnya.

Di Kabupaten Malang, satu fasilitas kesehatan rusak diguncang gempa yakni PKM Bantur. Kemudian ada satu tempat ibadah rusak yakni musala di Dusun Tanjung, Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

“Kita terus meng-update setiap jamnya. Sejauh ini, BPBD Jatim telah menugaskan TIM TRC sebanyak 4 orang untuk melakukan asesmen dan koordinasi di lapangan,” terang Yanuar.

Yanuar membeberkan, ada 5 rumah rusak dalam kategori sedang yakni 2 di Kabupaten Malang, 1 di Lumajang, 1 di Kota Malang, dan 1 di Kabupaten Pasuruan. Lalu ada 4 rumah yang rusak ringan. Satu di Kabupaten Malang dan 3 di Kabupaten Blitar.

Polsek dan Puskesmas Wates Dilaporkan Rusak

Data yang dirilis BPBD Kabupaten Blitar, gempa telah menimbulkan kerusakan bangunan di 7 Kecamatan dan 10 desa. Sebanyak 7 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Selorejo (Desa Boro), Kecamatan Panggungrejo (Desa Balerejo dan Desa Sumberagung), Kecamatan Wates (Desa Wates dan Desa Mojororejo), Kecamatan Selopuro (Desa Ploso), Kecamatan Gandusari (Desa Kotes), Kecamatan Talun (Desa Jabung), dan Kecamatan Garum (Desa Slorok) .

Kerusakan akibat gempa meliputi rumah warga, satu bangunan puskesmas dan satu gedung sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Wates. Kecuali di Desa Jabung Kecamatan Talun yang masuk kategori kerusakan sedang, BPBD mencatat seluruh kerusakan kategori ringan yakni diantaranya teras roboh, plafon jebol, genting rontok dan dinding bangunan ambrol.

Fasilitas umum yang mengalami kerusakan yakni bangunan Polsek Wates dan bangunan Polsek Binangun. Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela saat dikonfirmasi menyebut kantor Polsek Wates terdampak gempa. “Untuk Polsek Wates hanya kerusakan ringan, yaitu ada satu panel plafon yang runtuh,” jelasnya.

Puskesmas Wates Dikosongkan

Satu fasilitas kesehatan yang dilaporkan rusak, yakni Puskesmas Wates. Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Herawati mengungkap, ruang rawat inap Puskesmas Wates untuk sementara tidak bisa difungsikan.

“Kami rekomendasikan tidak digunakan dulu daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Dinding ruang rawat inap pasien mengalami kerusakan karena masih dalam taraf renovasi. Sebelumnya, dinding mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi pada April lalu.

Plafon di ruang UGD juga rontok.

Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka. Sebab, pasien terakhir pulang pada sore hari. Sementara itu, pihak Puskesmas Wates belum bisa menaksir kerugian material akibat gempa yang merusak bangunan.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.