PPKM Aturan Makan 20 Menit, Amankah Untuk Kesehatan Tubuh?

Meme piring timer ketika pemerintah memberlakukan aturan makan di warung selama 20 menit. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Pemerintah telah menjelaskan aturan baru di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang. Meski telah mengizinkan tempat makan dan warung untuk membuka pelayanan makan di tempat, waktu yang diperbolehkan untuk makan hanya dibatasi 20 menit.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk meringankan para pengusaha makanan, agar tetap bisa menjalankan roda usahanya guna mendapatkan mata pencaharian kembali di masa pandemi Covid-19.

Sayangnya, netizen justru membuat meme kocak mengenai aturan baru itu. Berbagai meme seputar makan di warteg dengan batas waktu 20 menit itu pun beredar luas di media sosial, termasuk Twitter, dan telah dibagikan sebanyak ribuan kali. Ada juga gambar piring makan pakai timer.

Dokter bedah plastik yang juga seorang penyanyi, Tompi meninggalkan komentar menohok. “Makan 20 menit aja dijadikan lelucon, memang kita ini seneng bercanda. Saya menangkap maksud dari makan 20 menit itu bukan masalah waktunya. Tapi penekanan ‘JANGAN BERLAMA-LAMA, mengurnagi risiko tertular, BIAR HIDUP LEBIH LAMA’,” ujarnya.

Makan selama 20 menit termasuk dalam kategori makan cepat. Apakah makan cepat bisa memengaruhi kesehatan tubuh terutama organ pencernaan? Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan berikut ini.

Antara Makan Cepat atau Makan Lambat?

Setiap orang tentu memiliki kebiasaan masing-masing dalam kesehariannya, salah satu nya soal makan, mungkin beberapa sebagian orang memiliki kebiasaan makan cepat, dan ada pula yang memiliki kebiasaan makan lambat.

Makan lebih lambat mungkin terdengar lebih sepele dan dinilai kurang efisien, terutama bagi orang yang sibuk, namun memperpanjang durasi makan, bagi orang yang mengalami obesitas bisa mengkonsumsi lebih sedikit kalori, tak hanya itu, secara umum makan lebih lambat dapat membawa berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Ternyata sebaliknya, bila makan terlalu cepat akan menyebabkan beberapa risiko yang tentunya akan merugikan kesehatan tubuh.

Pengaruh Gaya Makan Cepat atau Lambat pada Tubuh

Beberapa orang mungkin memiliki gaya makan cepat karena aktivitas yang padat. Kebanyakan mereka pun tidak bisa berlama-lama ketika harus memberi asupan gizi pada tubuh. Pada akhirnya hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan meski kegiatan tidak sedang padat atau terburu-buru. Jadi apa pengaruh gaya makan terhadap kesehatan tubuh?

Meme makan cepat di warteg. (Foto: Istimewa)
Meme makan cepat di warteg. (Foto: Istimewa)

A. Gaya makan lambat

Seseorang yang mengunyah dengan porsi yang lebih kecil dan lebih lama akan menikmati makanan yang lebih lama. Selain itu, kesehatan lambung ketika mengkonsumsi makanan lebih cepat akan terjaga. Berikut pengaruh gaya makan lambat bagi tubuh:

1. Mengurangi stres

Salah satu pengaruh makan lambat ialah bisa membantu mengurangi stres yang biasa timbul, beberpa orang juga menjadikan aktivitas makan sebagai mood booster, jadi makanan yang dicerna akan membuat hati menjadi senang, maka perlu menikmatinya dengan gaya makan yang lambat.

2. Mencegah kenaikan badan

Bagi beberapa orang yang ingin melakukan program penurunan berat badan, tentu metode makan lambat akan sangat membantu, bahwa seseroang yang makan dengan perlahan dapat mengoptimalkan sistem respons tubuh terhadap makanan, berupa timbulnya perasaan kenyang setelah makan, maka dengan menerapkan gaya makan yang lambat, akan menjadikan sedikit mengkonsumsi sedikit kalori sehingga mengendalikan berat badan dan membantu mencegah obesitas. Karena kebanyakan penyebab seseorang mengalami obesitas adalah terlalu banyak makan sebab merasa kurang kenyang atau gampang lapar.

3. Mengoptimalkan proses pencernaan

Seseorang yang memiliki gaya makan cepat akan membuat makanan tidak tercerna dengan sempurna, sehingga akan menyulitkan tubuh untuk menyerap semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, agar makanan dapat tercerna dengan sempurna maka hal yang dibutuhkan adalah mengunyah makanan dengan lambat agar makanan terpecah secara halus sehingga dapat mengefisiensikan metabolisme makanan dalam tubuh.

4. Mencegah resistensi insulin

Hal lain yang bisa terjadi akibat pengaruh dari gaya makan lambat ialah resistensi insulin, bahwa hormon tersebut berguna untuk emngatur kadar glukosa darah sebagai bagian dari proses metabolisme tubuh. Bahwa makan dengan cepat bisa membantu meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, kondisi tersebut akan membuat hormon insulin tidak bisa bekerja secara optimal, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

B. Gaya makan cepat

Berbeda dengan gaya makan lambat, gaya makan cepat justru akan menimbulkan beberapa kondisi yang dapat memperburuk kesehatan tubuh, karena dituntut untuk serba cepat sebagai kebiasaan yang mungkin lebih dinilai efisien, namun hal tersebut justru membawa dampak buruk bagi tubuh, di antaranya:

1. Menimbulkan penyakit lambung (GERD)

Ketika seseorang memiliki kebiasaan makan dan minum serba cepat maka akan meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan setelah makan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam lambung (GERD) yang menyebabkan gejala nyeri ulu hati hingga menyebabkan sesak nafas.

Bila kebiasaan makan dan minum cepat terus dilakukan dan gejala GERD tidak bisa diatasi, maka kondisi tersebut akan menyebabkan komplikasi, seperti penyempitan kerongkongan, menyebabkan luka padaa kerongkongan dan akhirnya akan berujung pendarahan atau bahkan terburuknya menyebabkan kanker.

2. Membuat berat badan naik

Tubuh manusia memerlukan waktu sekitar 20 menit sejak mulai makan hingga sinyal kenyang bisa sampai ke otak, dan bila seseorang makan atau minum dengan cepat, maka akan cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dalam 20 mneit karena merasa kenyang, padahala sebenarnya jumlah makanan yang di makan sudah cukup, kondisi tersebut akan menyebabkan kelebihan kalori dan akhirnya meningkatkan berat badan.

3. Sindrom metabolik

Bila memiliki gaya makan cepat dan juga mengalami kenaikan berat badan maka akan meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik juga resistensi insulin, kedua kondisis tersebut saling berkaitan dan bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes tipe 2 hingga 2,5 kali lipat.

4. Proses pencernaan menjadi lambat

Gaya makan cepat ternyata juga akan memengaruhi proses pencernaan, hal tersebut akan membuat lambung dan usus beserta enzim-enzim pencernaan di dalamnya perlu bekerja lebih keras untuk mengolah makanan.

5. Kemungkinan tersedak

Makan terlalu cepat akan memicu seseoranag menjadi tersedak, karena makanan yang dikonsumsi belum sempat dikunyah secara halus dengan sempurna jadi ketika makanan tersangkut di kerongkongan napas akan menjadi lambat, meski dianaggap remeh, kemungkinan terjadinya tersedaka bisa menyebabkan kematian.

Cara Mencegah Makan Terlalu Cepat

Pada sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics membuktikan bahwa terdapat manfaat bila seseorang makan dengan lambat, dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa orang-orang yang makan dengan lambat cenderung mengkonsumsi kalori yang sedikit.

Selain itu, makan lambat juga memiliki manfaat seperti membantu mengurangi konsumsi camilan karena hormon yang meregulasi ras akenyang akan meberikan sinyal menuju otak untuk berhenti makan, maka dari itu mengunyah lebih lama juga akan membantu penyerapan lebih banyak nutrisi, jadi untuk itu bagi beberapa orang yang sudah memiliki kebiasaan makan cepat perlu cara untuk mencegahnya agar tidak menimbulkan risiko kesehatan, berikut caranya:

1. Duduk ketika makan dan minimalkan distraksi

Ketika sedang berada di rumah, cobalah untuk selalu duduk ketika amkan, selain itu, makan cepat dapat dicegah dengan menyingkirkan distraksi, seperti perangkat elektronik yang meliputi gawai, televisi, dan sebagainya.

2. Mulai makan dengan hidangan penutup

Sering kali, ketika masih dalam keadaan lapar saat makanan penutup datang meski sudah makan makanan utama, keinginan makanan manis dapat dipenuhi dengan memakan kue atau hidangan pencuci mulut lainnya sebelum makanan utama, untuk itu makan hidangan pencuci mulut cukup satu atau dua gigitan saja agar memuaskan keinginan.

3. Makan bersama

Menikmati makanan bersama dengan kelaurga atau orang-orang terdekat tentu akan emmbantu memperlambat kecepatan makan, selain untuk menghindari makan cepat, suasana makan jauh lebih menyenagkan.

4. Makan dengan di iringi musik tempo lambat

Makan sembari mendengarkan lagu yang bertempo lambat dapat membantu mengurangi kecepatan makan, karena orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmati makanan saat diiringi musik yang rileks.

5. Gigit makanan secara perlahan

Makan secara perlahan tidaklah mudah dilakukan, terutama bagi orang yang sibuk dan sudah terlalu lapar, namun seseorang akan merasakan mudahnya menurunkan kecepatan makan jika sedang mengkonsumsi makanan dalam waktu yang sama setiap harinya.

6. Menyediakan waktu untuk ngemil

Sediakan waktu untuk mengonsumsi camilan sehat, seperti membuat jadwal untuk ngemil selama 15 menit, dan gunakan hal tersebut untuk relaksasi, mengisi ulang tenaga dan semangat dengan makan untuk meringankan stres yang mengganggu.

7. Minum air putih

Jika masih kesulitan untuk mengurangi gaya makan cepat maka minumlah segelas besar air, makan terlalu cepat juga bisa terjadi karena sedang kurang cairan bukan disebabkan karena kekurangan makanan.

Manfaat Makan Lambat

1. Mengontrol jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh dalam satu waktu.

2. Mengurangi asupan kalori dalam sekali makan, sehingga akan menyebabkan penurunan berat badan seiring berjalannya waktu.

3. Membantu Anda untuk bisa lebih menikmati makanan yang sedang di makan.

4. Membantu tubuh untuk menyerap nutrisi dengan lebih baik.

5. Mempercepat proses perncernaan makanan.

6. Membuat suasana hati menjadi tenang dan merasa bisa mengontrol diri sendiri, sehingga akan membantu mengurangi rasa stres.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.