PPKM Darurat, ACT Bagikan Pangan dan Daging Kurban

Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar acara berbagi kurban dan operasi pangan gratis (Foto: Dok ACT/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Aksi Cepat Tanggap (ACT) berencana mendistribusikan 1.000 sapi untuk menyambut Idul Adha 1442 H. Tak hanya itu, ACT juga meneruskan program Operasi Pangan Gratis (OPG) dengan pemberian seribu beras wakaf dan 10 ribu karton air minum wakaf. OPG ini telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

Dua kegiatan ini adalah wujuh kepedulian ACT kepada masyarakat di Jawa-Bali di tengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang telah berlangsung sejak 3 Juli 2021.

Sementara, dari keseluruhan rangkaian program ACT, yang teranyar digelar di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah di Kelurahan Ledok, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Acara tersebut berlangsung pada Jumat siang, 16 Juli 2021 dan dihadiri tokoh penting. Salah satunya Wakil Ketua Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH. Achmad Fahrur Rozi.

Lebih lanjut, di Jawa Timur sendiri, ACT menargetkan 38 kota dan kabupaten sebagai wilayah sasaran distribusi.

 

Acara ACT di Mojokerto, Jawa Timur (Foto: Dok ACT/Ngopibareng.id)
Acara ACT di Mojokerto, Jawa Timur (Foto: Dok ACT/Ngopibareng.id)

“Membawa spirit Indonesia atas darurat solidaritas, kita merasa pembatasan ini tidak boleh mengurangi rasa solidaritas. Budaya gotong-royong, kebersamaan harus tetap kita ciptakan dan jaga. Tentunya harus saling membantu,” kata Diki Taufik Sidiq Head of Regional ACT Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Diki menyebut, dia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin pada program pembagian daging kurban serta OPG. Diki berharap, melalui program tersebut terjalin rasa optimisme di masyarakat. Pasalnya, PPKM bukanlah menjadi alasan untuk menjadi pesimis.

“PPKM itu bukan sesuatu yang membuat kita terpuruk, tapi sejatinya menstimulasi kita untuk makin solid, merapatkan barisan, dan tolong-menolong,” imbuhnya.

Kedua program ACT itu disambut baik K.H. Achmad Fachrur Rozi. Dalam pidatonya, Wakil MUI itu mengajak masyarakat terlibat dalam gerakan kedermawanan ini.

“Walau terpisah oleh jarak, tetapi hati, pikiran, dan kepedulian harus dekat. Inilah sebagai perwujudan kita dekat dengan Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa. Dengan demikianlah rezeki kita akan dipermudah,” tutupnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.