PPKM Darurat, RS Rujukan Covid-19 di Kota Batu Penuh

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko saat ditemui di Pendem, Kota Batu (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

[ad_1]

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa saat ini kondisi Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di wilayahnya sudah penuh. Ada tiga RS rujukan di Kota Batu yaitu RS Hasta Brata, Karsa Husada dan Baptis. Ketiga RS tersebut kini kondisinya sudah dipenuhi oleh pasien Covid-19.

“Yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa kamar RS kami ini sudah 100 persen (penuh). Jadi jangan sakit. Tidak keluar rumah dulu,” ujarnya pada Kamis, 8 Juli 2021.

Untuk mengatasi hal itu, ujar Dewanti, pihaknya sudah merencanakan untuk menambah kapasitas bed isolasi di tiga RS rujukan Covid-19 tersebut. Namun, kata dia penambahan kapasitas bed Isolasi baru bisa direalisasikan pada akhir Juli 2021 nanti.

“Ada tiga rumah sakit yang akan menambah, itu pun tidak bisa cepat. Karena harus menyiapkan fasilitasnya kemungkinan akhir Juli 2021 baru bisa. Sehingga ada sekitar 50 bed isolasi yang akan tambah,” katanya.

Maka itulah, Dewanti mengimbau, masyarakat Kota Batu untuk mengurangi aktivitas di luar rumah agar tidak terjangkit virus corona. Sebab cara ini yang paling efektif untuk memutus penularan Covid-19

“Patuhi PPKM Darurat. Tinggal dua pekan lagi. Saya mohon untuk masyarakat bersabar. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Selain penuhnya RS rujukan Covid-19, Dewanti mengatakan, sejumlah tenaga kesehatan juga banyak yang terpapar virus corona. Dia menyebutkan, dari ratusan tenaga kesehatan yang ada di Kota Batu, hampir 50 persen terinfeksi Covid-19.

“Bahkan tenaga kesehatan itu hampir 50 persen yang terpapar. Ini karena kami semua sudah kelelahan. Untuk itu saya mohon dengan sangat ketika tidak ada suatu hal yang penting harus berobat, mencari makan atau mengirimkan hal yang sangat penting, saya mohon dengan hormat untuk tidak keluar rumah,” katanya.

Meski hampir setengah jumlah tenaga kesehatan di Kota Batu terpapar virus corona namun ia memastikan penanganan Covid-19 di daerahnya tidak terganggu.

“Dengan manajemen yang sangat baik, kemudian dibantu oleh jajaran samping dengan Yonkes, Poltekkes itu kami tetap bisa melayani masyarakat,” ujarnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.