Presiden Jokowi Resmikan Rumah Sakit Modular Pertamina Tanjung Duren

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hari ini meresmikan Rumah Sakit (RS) Modular Pertamina di Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang dibangun Pertamina atas inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Fasilitas yang dioperasikan oleh Rumah Sakit Pelni dan dinamakan ‘Rumah Sakit Pertamina Tanjung Duren Ekstensi RS PELNI’ ini adalah rumah sakit ekstensi keempat yang dibangun BUMN dengan mengalihfungsikan lahan atau gedung untuk dijadikan rumah sakit darurat khusus pasien COVID-19.

Dalam kunjungannya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri BUMN, Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Saat acara peresmian, Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri BUMN dan Pertamina yang telah menyiapkan Rumah Sakit tersebut.

“Saya sangat berterima kasih pada Menteri BUMN pada Pertamina yang telah menyiapkan Rumah Sakit Modular Pertamina ini dengan kapasitas 305 tempat tidur yang lengkap dengan ICU dan lebih bagus lagi, ada juga ICU khusus anak dan bayi serta ibu-ibu, sehingga memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Saya sangat mengapresiasi sekali lagi, semoga ini bisa bermanfaat bagi rakyat dan masyarakat,” kata Presiden Jokowi di Jakarta, Jumat (6/8).

Presiden akan terus memantau perkembangan situasi pandemi termasuk terkait angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di Rumah Sakit setiap harinya. Presiden Jokowi merasa sangat bersyukur dengan adanya penurunan angka-angka BOR. “Kita patut bersyukur bahwa pada pagi hari ini, angka-angka menunjukan bahwa pandemi di Jawa dan Bali mulai sedikit menurut dan utamanya di Jakarta. Saya selalu melihat angka-angka BOR setiap hari dan setiap malam. Jika enam atau delapan minggu yang lalu di Wisma Atlet (Jakarta) BOR-nya sekitar 90%, pagi hari ini saya mendapat informasi angkanya sudah berada di posisi 25%,” jelas Presiden Jokowi. “Tetapi, juga kita harus tetap waspada, berhati-hati, terus bersiap-siap dan berjaga-jaga,” lanjutnya.

Rumah Sakit ini berdiri di lahan milik Pertamina seluas 4,2 Ha. Pembangunannya dimulai pada 9 Juli 2021 lalu dan diselesaikan dalam waktu 4 minggu. Mulai Jum’at (6/8) rumah sakit ini telah siap beroperasi dengan kapasitas tahap pertama sebanyak 305 tempat tidur, dan akan ditambah 200 tempat tidur pada tahap kedua

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *