Program Keluarga, Kunjungan Virtual KBS untuk Layanan Masyarakat

  • Bagikan
Program kunjungan virtual KBS selama PPKM. (Foto: istimewa)


Manajemen Kebun Binatang Surabaya mencari akal datangkan pengunjung di saat pandemi yang melarang kerumunan. Caranya, yaitu dengan membuat program kunjungan virtual via Zoom. Kunjungan virtual ini sebenarnya sudah ada sejak 2020 yang lalu. Namun saat itu, kunjungan virtual ini lebih banyak untuk mengakomodasi kunjungan kunjungan belajar siswa yang biasanya diminta oleh sekolah.

Nah, untuk memperluas segmen pasar, manajemen Kebun Binatang Surabaya kini punya program baru. Namanya family virtual. Program ini dikhususkan untu keluarga dalam jumlah kecil untuk melakukan kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya secara virtual.rtual.

Humas KBS Agus Supangkat mengatakan, program family virtual ini sudah dijalankan sejak 11 Juli 2021 lalu.

“Sebenarnya ini program lanjutan dari kunjungan virtual KBS. Kunjungan virtual sudah dimulai KBS sejak November 2020 lalu, tapi programnya untuk anak sekolah (rombongan belajar), sekarang program barunya untuk keluarga,” ungkap Agus, 2 Agustus 2021.

Agus menjelaskan, program family virtual ini dilakukan setiap minggu di hari minggu, sedangkan pada hari kerja KBS tetap melayani kunjungan virtual bagi rombongan belajar.

“Untuk program family virtual setiap minggunya diikuti kurang lebih 20 keluarga. Sedangkan untuk yang rombongan belajar setiap minggunya bisa tiga kali tergantung yang mendaftar,” imbuhnya.

Upaya Menutupi Biaya Operasional

Untuk tour KBS family virtual ditawarkan untuk satu keluarga yaitu Rp 50.000 akan mendapatkan satu akun untuk maksimal 5 orang. Sedangkan untuk virtual rombongan belajar ditawarkan dengan harga Rp 400.000 per 30 orang.

Saat ditanya apakah terobosan kunjungan virtual ini untuk menutupi biaya operasional KBS. Agus mengungkapkan, layanan sebagai bentuk layanan pada masyarakat.

Sedangkan untuk biaya operasional KBS selama PPKM, ungkap Agus masih menggunakan dana cadangan.

“Pemasukan utama kita memang dari pengunjung, tapi untuk biaya operasional masih menggunakan dana cadangan,” terang Agus.

Ia pun berharap, pandemi Covid-19 ini segera melandai agar aktivitas bisa berjalan normal kembali dan ekonomi cepat membaik.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *