Program Pelatihan Karya Flores Barat (KREBA)

  • Bagikan


Larantuka, SuaraKupang.com – Dalam rangka menyiapkan wirausaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dan kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi dari wirausaha harus disiapkan untuk lebih matang dengan kebutuhan pasar. Tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja, tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan sangat cepat, sehingga menuntut UMKM untuk mempersiapkan keterampilan dan literasi digital.

Krealogi oleh Du Anyam bersama Sustour berupaya untuk menjadi wadah kolaborasi dan berbagi
ilmu praktis bagi UMKM yang sedang merintis dan mengembangkan usaha dengan menargetkan 16
wirausaha untuk dilatih dan memperoleh peningkatan skala usaha bagi wirausaha melalui pengembangan rantai pasok dan transformasi digital. Kegiatan pendampingan usaha ini guna menciptakan UMKM yang adaptif, berbasis teknologi dan berkembang untuk memenuhi pasar lokal hingga global.

TENTANG DU ANYAM
Du Anyam adalah sebuah kewirausahaan sosial yang memproduksi dan mendistribusi kerajinan
anyam untuk memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak di pelosok
Indonesia. Du Anyam memulai kegiatannya di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2014 dan sampai hari ini sudah bekerja di lebih dari 54 Desa di Provinsi Papua, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. Secara aktif, Du Anyam mengembangkan rantai pasok kerajinan tangan dari daerah terpencil di Indonesia, guna meningkatkan taraf hidup perajin terkhususnya perajin perempuan di daerah terpencil Indonesia.

Selama lebih dari 6 tahun, Du Anyam fokus dalam pengembangan sistem dan standarisasi rantai pasok kerajinan tangan dari lebih dari 54 desa di daerah terpencil di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua dan Kalimantan Selatan. Sebagai pelaku usaha sendiri, Du Anyam memahami kendala UMKM Kriya dalam manajemen pesanan, produksi, persediaan / stok sampai pengiriman sebagai alasan bagi UMKM Kriya untuk bisa mengakses pasar secara berkelanjutan dan mengakses modal untuk meningkatkan usahanya. Menjawab tantangan pasar terhadap produk kerajinan tangan yang memiliki konsistensi kualitas, konsistensi jumlah, pengiriman yang tepat waktu dan komunikasi yang baik, merupakan alasan Du Anyam membangun sistem manajemen di dalam rantai pasok yang k uat dan berbasiskan teknologi. Sejak akhir 2018, Du Anyam sudah membangun dan menggunakan secara internal sistem berbasiskan aplikasi digital untuk manajemen produksi dan order yang memungkinkan untuk dilakukan monitoring secara jarak jauh dan terintegrasi.

TENTANG SWISSCONTACT SUSTOUR
Swisscontact adalah organisasi non-pemerintah yang didirikan oleh sektor swasta internasional dan
lembaga pendidikan di Swiss pada tahun 1959 dan memiliki pengalaman selama lebih dari 45 tahun di Indonesia. SUSTOUR adalah sebuah Proyek Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan yang berdasarkan dana dari Sekretariat Negara Swiss untuk Bidang Perekonomian (SECO) dan kesepakatan dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pada tanggal 28 Juni 2018 yang ditugaskan kepada Swisscontact untuk dilaksanakan dalam periode Agustus 2018 sampai Desember 2022 di Wakatobi dan Labuan Bajo/ Flores. Program ini bertujuan untuk memperkuat aspek keberlanjutan dan daya saing destinasi dengan kontribusi yang signifikan kepada ekonomi lokal bersamaan dengan perlindungan budaya dan lingkungan.

TENTANG KREBA
Hanna Keraf, Direktur Komunitas & Kemitraan Du’Anyam & Krealogi, mengatakan :
“ Kegiatan Pelatihan Krealogi ini terselenggara berkat kerjasama antara SUSTOUR dengan Du Anyam. Program Karya Flores Barat (KREBA) merupakan wadah kolaborasi dan berbagi ilmu praktis, dimana program ini berfungsi sebagai inkubator peningkatan kapabilitas UMKM dalam aspek berbagai bisnis dengan menghubungkan produk yang dimiliki komunitas dengan pasar di Labuan Bajo dan yang lebih luas.

Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan pengetahuan bisnis dan pembuatan produksi sesuai dengan kebutuhan pasar. Untuk tercapainya tujuan tersebut Krealogi oleh Du Anyam bersama SUSTOUR memfasilitasi para peserta dengan pelatihan 7 modul rantai pasok untuk peningkatan pengetahuan bisnis, konsultasi pemasaran dan desain produk untuk dapat menghasilkan prototype produk sesuai dengan permintaan pasar dan pembelian produk hasil konsultasi oleh pasar. SUSTOUR dan Du Anyam percaya bahwa melalui penghubungan antara produk lokal dengan pasar, pemilik usaha lokal akan merasakan dampak positif pariwisata yang berkembang pesat di Labuan Bajo. Sehingga dalam jangka panjang akan memperkuat pariwisata berkelanjutan, terutama dalam sisi sosial-ekonomi. “

Program KREBA terdiri dari 3 bagian, yang pertama ialah pembukaan program yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran stakeholder lokal terhadap UMKM binaan di daerah setempat, rangkaian acara program KREBA ini dilakukan secara virtual yang dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama yaitu Pembukaan oleh Hanna Keraf sebagai Direktur Komunitas & Kemitraan Du Anyam & Krealogi, kemudian yang kedua sambutan dari Project Manager SUSTOUR, Christin Laschinger, dan sambutan dari Bupati Manggarai Barat. Sesi kedua merupakan pembukaan secara resmi dengan menyampaikan gesture yang akan digunakan selama kegiatan pelatihan serta penutupan kegiatan. sesi ketiga dilaksanakan talkshow narasumber dan dilanjutkan brief peserta pelatihan. Bagian kedua adalah program pelatihan yang dilaksanakan selama 7 hari, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bisnis bagi UMKM yang dilakukan oleh Sustour dan Krealogi melalui pelatihan 7 modul rantai pasok usaha, dan yang terakhir adalah event penutupan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran stakeholder di tingkat nasional terhadap UMKM di Manggarai Barat dan Indonesia.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Krealogi dapat dicek pada link krealogi.com dan dapat mendownload aplikasinya pada link berikut https://bit.ly/UnduhKrealogi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *