PT SIG Berdayakan Ibu-ibu Sekitar Pabrik Jadi Perajin Baju Hazmat

  • Bagikan
General Manager of Corporate Social Responsibility ( CSR ) SIG, Edy Saraya, menyerahkan baju hamzat kepada Luarah Sidomoron Christina Trijandajan (foto: istimewa)i


PT Semen Indonesia Grup (SIG) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis di Kabupaten Gresik. Bantuan itu di antaranya berupa 1.400 baju hazmat, 3.000 masker medis, 1.500 sarung tangan serta 200 face shield serta pemberian bantuan senilai Rp 120 juta. Menariknya baju azimat tersebut buatan ibu-ibu di sekitar pabrik Semen Gresik.

General Manager of Corporate Social Responsibility ( CSR ) SIG, Edy Saraya, mengatakan dalam pembuatan baju hazmat ini PT SIG sengaja memberdayakan ibu-ibu, sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi keluarga di sekitar perusahaan di masa pandemi Covid-19.

“SIG memberdayakan 30 ibu-ibu penjahit sekitar untuk membuat 1.400 baju Hazmat,” kata Edy Saraya dalam siaran pers yang diterima ngopinareng.id Sabtu malam 14 Agustus 2021.

Baju Hazmat hasil produksi Ibu-ibu rumah tangga ini tela disalurkan secara bertahap mulai 5 Agustus 2021, oleh SIG bersama bantuan Alat Pelindung Diri (APD) lainnya.

General Manager of CSR SIG, Edy Saraya juga menyerahkan bantua APD tersebut kepada Lurah Sidomoro Christina Triandajani, di Kantor Kelurahan Sidomoro Gresik.

Kata Edy pembuatan 1.400 baju hazmat ini diproduksi oleh 30 penjahit dan merupakan ibu rumah tangga yang berasal dari Kelurahan Sidomoro, Gending, dan Singosari, Gresik.

Ibu-ibu tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan SIG termasuk bantuan mesin jahit. Pelatihan dan pendampingan meliputi metode teori dan praktik menjahit.

“Ini merupakan salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga dalam rangka mendukung peningkatan ekonomi keluarga serta pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat,” kata Edy Saraya.

Sementara itu, Lurah Sidomoro Christina Triandajani, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh SIG, terutama bagi warganya. ”Keikutsertaan ibu rumah tangga dalam memproduksi baju hazmat ini dapat memberikan pemasukan tambahan bagi warga. Para ibu-ibu sangat senang bisa terlibat dan menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

”Bantuan baju hazmat ini sangat penting bagi para nakes dan satgas Covid-19 di desa. Selama ini kami cukup kesulitan mencari baju hazmat untuk menunjang kerja para anggota nakes dan satgas di desa terutama untuk pemulasaran jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19, bantuan dari SIG ini sangat membantu,” ujar Christina Triandajani.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *