Putri Kerajaan Jepang Lepas Status Ningrat demi Nikahi Pacarnya yang Orang Biasa

  • Bagikan


Putri Mako dari Kerajaan Jepang Lepas Status demi Nikahi Pacarnya Kei Komuro yang orang biasa

Putri Mako (kanan) akan menikahi kekasinya sejak masa kuliah, Kei Komuro (kiri) pada Oktober 2021. Foto dari Kyodo via AP Images

Putri Mako Naishinnō, dari Klan Akishino, adalah anak putra mahkota Kerajaan Jepang. Namanya menghiasi pemberitaan media Jepang sejak awal pekan ini, karena memutuskan melepas status ningrat, demi menikahi lelaki idamannya yang berstatus warga biasa.

Tak hanya melepas status sebagai putri raja, Mako menolak menerima jatah harta setara Rp19 miliar, lazim diberikan pada keluarga kerajaan yang melepas status. Dia tidak ingin kekasihnya dianggap matre dengan berupaya memanfaatkan hartanya demi membayar utang keluarga, rumor yang beberapa tahun terakhir digoreng tabloid gosip Jepang.

Tak hanya itu, Mako menolak pernikahannya dirayakan dengan cara tradisional, yang biasanya megah. Dia menjadi keluarga kerajaan pertama sejak Perang Dunia II, yang merayakan pernikahan tanpa pakem tradisi.

Putri berusia 29 tahun itu sudah bertunangan dengan kawannya di universitas, Kei Komuro, sejak September 2017. Namun hubungan keduanya mendapat sorotan negatif dari publik maupun politikus, karena keluarga Komuro dituding punya persoalan utang piutang. Komuro bahkan sempat dilabeli media gosip ingin mengincar harta keluarga raja, supaya persoalan keluarganya tuntas.

Demi mengakhiri kabar tak sedap itu, Mako akhirnya mengambil keputusan drastis, dengan sekalian melepas semua statusnya sebagai anggota keluarga kerajaan. Mako bakal mendampingi Komuro, yang diterima bekerja sebuah kantor pengacara di Amerika Serikat, dan untuk sementara menetap di New York.

Di tengah pertunangannya yang banyak disorot, Komuro sempat melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Fordham, Amerika Serikat, pada Agustus 2018. Netizen julid, politikus konservatif, hingga media gosip menuding kekasih Putri Mako itu ingin kabur dari hubugan mereka yang terancam runyam. Tudingan itu tak terbukti, setelah Komuro pada 27 September 2021 mendarat di Tokyo, dan menuntaskan segala proses administratif untuk menikahi Mako. Resepsi pernikahan Mako dan Komuro akan digelar sangat privat, pada Oktober mendatang.

Dalam kepulangan ke Jepang yang dramatis, Komuro menggelar jumpa pers menjelaskan kondisi keuangan ibunya. Sang ibu diakui masih punya utang senilai 4 Juta Yen untuk membiayai pendidikan Komuro. Utang itu berasal dari mantan pasangan ibunya. Komuro menegaskan dia kini sudah bekerja dan bersiap melunasi segala utang piutang keluarganya.

Bagi masyarakat Jepang yang masih konservatif, latar belakang keluarga seringkali disorot dan jadi pertimbangan utama menentukan pernikahan. Di mata politikus konservatif, status Komuro jelek bagi citra keluarga raja, karena selain hanya orang biasa, juga punya utang.

Terlepas dari berbagai kritikan publik, Mako mendapat dukungan keluarga. Ayahnya, Putra Mahkota Akishino, mendukung anak gadisnya itu memilih pasangan yang terbaik. Akishino adalah adik Kaisar Naruhito, yang bakal otomatis menjadi pengganti andai sang kaisar Jepang mangkat atau lengser.

“Saya mendukung pernikahan mereka berdua. Konstitusi Jepang menyatakan pernikahan harus dilandasi persetujuan pihak lelaki maupun perempuan. Kalau anak saya dan kekasihnya memang ingin menikah, maka saya sebagai orang tua wajib menghormati keputusan mereka,” demikian pernyataan Akishino dalam jumpa pers pada November 2020.

Komuro sendiri sudah berhasil lulus ujian profesi pengacara di Negara Bagian New York pada Desember tahun lalu. Dengan ijazah tersebut, dia boleh mendampingi klien di pengadilan Amerika Serikat.

Follow Hanako Montgomery di Twitter dan Instagram.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *