Raih Penerapan Protokol Kesehatan Terbaik se-Asia Tenggara, Ini Inovasi Bandara I Gusti Ngurah Rai

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Lembaga Safe Travel Barometer menilai Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masuk ke dalam peringkat 8 bandara dengan protokol kesehatan (Prokes) terbaik di Asia Tenggara. Bandara Pulau Bali tersebut meraih skor 3,5 dari skor maksimum 5, serta dinobatkan sebagai salah satu bandara paling aman di Asia Tenggara untuk melakukan transportasi udara pada masa pandemi global Covid-19.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak. Di tengah kondisi pandemi ini, kami berkomitmen untuk selalu mengedepankan implementasi protokol kesehatan secara ketat. Prokes ketat kami tujukan untuk dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa bandara, sehingga dapat menikmati perjalanan udara meskipun pada masa yang sulit ini. Implementasi protokol kesehatan yang ketat ini kami barengi dengan kualitas layanan terbaik. Hal tersebut merupakan komitmen layanan kami kepada pengguna jasa bandara,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi di Jakarta, Jumat (10/9).

Parameter penilaian dari Safe Travel Barometer antara lain adalah ketersediaan sarana pengecekan kondisi kesehatan penumpang, implementasi protokol kesehatan di bandara, kesiapan petugas di bandara, serta ketersediaan fasilitas tes Covid-19 di bandara. Adapun inovasi layanan terkait protokol kesehatan di bandara-bandara kelolaan Angkasa Pura I antara lain Online Customer Service yang bertujuan mengurangi kontak fisik antar manusia di area terminal bandara sehingga akan meminimalkan risiko penularan Virus Corona.

Selain itu, dilengkapi juga dengan Thermal Scanner untuk memindai suhu badan calon penumpang yang akan memasuki Terminal Keberangkatan dan penumpang yang tiba. Alat pengukur suhu badan otomatis atau thermal scanner dipasang di sejumlah titik di area Terminal Keberangkatan dan Terminal Kedatangan di 15 bandara kelolaan Angkasa Pura I. Dengan alat ini, suhu tubuh penumpang dapat terpantau oleh petugas, sehingga kondisi kesehatan penumpang dapat diketahui. Calon penumpang dan penumpang kedatangan dengan suhu di atas 37,3 derajat Celcius akan dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga dapat alur pergerakan penumpang yang berpotensi sakit dapat dikontrol.

Untuk mengurangi kontak langsung antar-manusia, tollgate masuk di sejumlah bandara kelolaan Angkasa Pura I kini telah menerapkan sistem touchless-contactless tollgate system. Dengan fasilitas ini, pengguna jasa dengan kendaraan roda empat yang akan memasuki bandara cukup mengambil tiket masuk mobil dengan mengarahkan tangan ke sensor mesin.

Selain itu, AP I juga memasang perangkat Sterilisasi dengan Sinar UV pada fasilitas di terminal yang sering disentuh oleh pengguna jasa, di antaranya adalah di baggage conveyor belt, eskalator, dan travelator.

“Kami utamakan sistem pembayaran Cashless di gerai komersial terminal. Untuk mengurangi potensi kontak antar-manusia di area gerai komersial, kini telah diterapkan sistem pembayaran cashless atau non-tunai di banyak gerai di bandara kelolaan Angkasa Pura I. Dengan sistem ini, pengguna jasa yang akan melakukan pembayaran di gerai komersial di area terminal bandara tidak perlu menggunakan uang tunai, tetapi dengan sistem pembayaran non-tunai dan menggunakan media pembayaran elektronik (EDC),” terangnya.

Bandara Angkasa Pura I mewajibkan semua pengguna menerapkan protokol kesehatan dasar 5M, yaitu memakai masker ganda, menjaga jarak, melakukan pola hidup sehat dengan mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan melakukan perjalanan untuk hal yang mendesak. Penerapan prokes dasar dan inovasi dilakukan agar memberikan rasa nyaman dan aman ketika menggunakan layanan penerbangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *