Razia Lapas Surabaya, Petugas Temukan Kompor, Gergaji dan Lainnya

  • Bagikan
Petugas lapas melakukan penggeledahan saat inspeksi mendadak (sidak) di Blok F, Rutan Klas I Surabaya di Medaeng-Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 6 April 2021. Sidak yang dilakukan tersebut sesuai perintah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM sebagai deteksi dini kemungkinan terjadinya gangguan keamanan. ANTARA FOTO/Umarul Faruq


Razia gabungan oleh 150 petugas Satops Patnal Pemasyarakatan Korwil Surabaya, polisi, dan militer, di Lapas Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, menemukan benda-benda terlarang. Benda tersebut di antaranya senjata tajam rakitan, gergaji, dan juga kompor minyak tanah.

“Pada Sabtu 25 September malam kami melakukan penggeledahan di LP Surabaya khususnya blok khusus warga binaan kasus narkotika,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Krismono, dalam keterangan pers, Ahad, 26 September 2021.

Ia mengatakan, razia kali ini difokuskan menggeledah Blok A yang dihuni 524 warga binaan kasus narkotika.

Krismono menjelaskan, razia ini menjadi upaya untuk mewujudkan LP atau rumah tahanan yang tanpa handphone, pungli dan narkotika (halinar). “Agar lebih transparan, kami mengajak pemangku kepentingan untuk terlibat langsung dalam razia yang kami lakukan ini,” ujar dia.

Untuk razia Blok A, kata dia, dibutuhkan waktu merazia sekitar dua jam.

Kepala LP Surabaya, Gun Gun Gunawan, menekankan, razia gabungan itu dilaksanakan tanpa membuat kegaduhan.

Dalam penggeledahan kali ini, kata dia, tim gabungan menyita puluhan benda terlarang, dan yang paling mencolok adalah kompor minyak tanah, instalasi listrik liar, senjata tajam rakitan hingga gergaji. Kompor minyak tanah dan instalasi listrik liar sangat berbahaya karena bisa memicu kebakaran besar.

“Keselamatan warga binaan adalah prioritas kami,” ujar Gun Gun.

Terkait gergaji, dia menegaskan, mereka segera memastikan siapa pemiliknya, juga memeriksa seluruh bagian LP Surabaya, juga untuk memastikan tidak ada pengerusakan dan tidak ada warga binaan yang hendak kabur.

“Regu pengamanan akan kami sebar untuk memastikan tidak ada pengrusakan, mengingat lapas ini luasnya 17 Hektare dan penghuninya mencapai 2.000 orang,” katanya.

Selanjutnya, ujar Gun Gun, mereka memanggil warga binaan yang bersangkutan serta memusnahkan barang temuan tersebut setelah dilakukan inventarisir oleh petugas.

“Kami tetap berkomitmen tidak akan pernah lelah dan terus bersinergi untuk membersihkan barang- barang yang masuk Lapas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujarnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *