Rektor UI Mundur dari Komisaris BRI, Netizen: The Bullying Works!

  • Bagikan
Prof. Ari Kuncoro, Rektor UI yang memilih mundur dari jabatannya di PT BRI setelah menuai banyak kecaman. (Foto: Dok BRI)


Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Ari Kuncoro menjadi perbincangan warganet sejak Rabu, 21 Juli 2021. Di media sosial Twitter, kata kunci Rektor UI trending dengan ribuan cuitan. Para peselancar internet itu geger atas diperbolehkannya rektor UI merangkap jabatan.

Keputusan tersebut berdasarkan statuta UI yang diubah oleh pemerintah yang ditandatangani langsung oleh presiden. Tak hanya netizen, sejumlah tokoh pun sempat turut buka suara. Sebagian besar mereka menganggap kebijakan pengubahan statuta UI memalukan. Bahkan meligitimasi kondisi pemerintahan saat ini semakin ngawur. Pendapat itu salah satunya dilontarkan oleh akademisi Universitas Negeri Jakarta, Ubeidilah Badrun.

Ari Kuncoro Mundur

Sebelumnya, selain menjadi rektor UI Ari Kuncoro menjabat sebagai Wakil Ketua Komisaris dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Mengetahui hal ini, publik pun melontarkan beragam kecaman. Terlebih, setelah mengetahui presiden mengubah statuta UI yang memperbolehkan rangkap jabatan. Kontroversi pun semakin terasa nyata..

Terus dicecar kecaman dan komentar netizen yang menyudutkan, terhitung per 22 Juli 2021 Ari Kuncoro telah mengundurkan diri dari jabatannya di BRI. Baik posisi Wakil ketua Komisaris maupun Komisaris Independen. Pengumuman pengunduran ini dipublikasikan dan dapat diakses pada situs web bursa efek dan perseroan pada tanggal 22 Juli 2021.

Melansir detik.com, isi pengumumannya sebagai berikut:

Kementerian BUMN RI telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BRI dan menginformasikannya secara resmi kepada Perseroan. Sehubungan itu, Perseroan menerbitkan keterbukaan informasi pada tanggal 22 Juli 2021. Adapun proses berikutnya, Perseroan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur.

Perseroan berkomitmen untuk terus menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dari seluruh lapisan, baik top level management dalam hal ini Dewan Komisaris dan Direksi, hingga jajaran pekerja di seluruh Unit Kerja Perseroan. Komitmen tersebut dijalankan pada setiap kegiatan usaha Perseroan, yang merupakan perwujudan dari visi dan misi Perseroan, corporate values dan strategi kebijakan dalam keberlanjutan Perseroan.

 Warganet Menyambut Gembira

Mengetahui mundurnya Ari Kuncoro dari jabatannya di BRI, netizen menyambut kabar ini dengan gembira. Tagar (#) Rektor UI Ari Kuncoro Mundur membanjiri media sosial Twitter dengan 1.981 cuitan.

“Alhamdulillah, perjuangan netizen tidak sia-sia. Kita cuma ingin yang terbaik untuk bangsa ini, Ayo ditunggu pejabat publik lainnya yang rangkap jabatan untuk mundur,” tulis akun @hilmi28 seraya mengunggah berita terkait kemunduran Rektor UI itu.

Senada dengan akun di atas, peselancar internet bernama KocanDaddyRico menyatakan hal serupa. Dia menyebut, efek perundungan netizen berhasil. “Yeayy, the bullying works!,” cuitnya.

“Emang siapa yang kuat dibully orang se-negara?” sahut akun @BossTemlen.

Terakhir, warganet menanggapi dengan komentar bernada sindiran. “Kalau akhirnya mundur, ngapain pula pak Jokowi harus mengubah statuta UI. Rektor UI mempermainkan komitmen presiden ini mah,” celetuk pengguna bernama @DonAdam08.

Anggota DPR desak Gugat Pengangkatan Rektor UI ke PTUN

Selain akademisi dan pakar hukum, anggota DPR RI pun turut berkomentar. Melansir idntimes.com, Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan menyebut rangkap jabatan Ari Kuncoro melawan hukum. Tak hanya itu, Arteria menyebut perilaku Ari dinilainya koruptif.

Arteria lantas mendorong mahasiswa Univesitas UI melakukan penggugatan surat keputusan (SK) pengangkatan rektor ke PTUN. Selain itu melakukan judicial review atas PP ke Mahkamah Agung. Arteria juga mendorong Ari Kuncoro mundur dari jabatan rektor.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *