Ritual Yadnya Kasada, Tiga Pintu Masuk ke Bromo Ditutup

  • Bagikan
Objek kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)


Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru (TNBTS) akan menutup akses wisatawan ke kawasan Gunung Bromo selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juni 2021. Hal ini dilakukan karena Suku Tengger di wilayah tersebut akan menggelar ritual Hari Raya Yadnya Kasada.

Ada tiga lokasi akses menuju kawasan Gunung Bromo yang akan ditutup selama perayaan Yadnya Kasada. Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada BB TNBTS, Sarif Hidayat, mengatakan ketiga akses tersebut yaitu Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Akses dari Pasuruan akan ditutup di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Sedangkan akses dari Malang dan Lumajang akan ditutup di Jemplang.

“Personel disiagakan di pintu masuk Coban Trisula Jemplang, Wonokitri dan Cemorolawang Desa Ngadisari dibantu mitra terkait,” ujarnya pada Sabtu 19 Juni 2021.

Sarif mengatakan penjagaan di tiga akses tersebut BB TNBTS akan dibantu oleh masyarakat sekitar dan juga suku Tengger setempat agar tidak ada wisatawan yang masuk saat Hari Raya Yadnya Kasada.

“Untuk masyarakat Tengger di Probolinggo dan Pasuruan juga membantu screening sebelum pintu masuk Cemorolawang dan Wonokitri, jadi hanya masyarakat Tengger saja yang bisa masuk ke Bromo di tanggal-tanggal tersebut,” katanya.

Yadnya Kasada merupakan ritual adat keagamaan masyarakat Suku Tengger yang digelar setiap tahun, yakni setiap hari ke-14 Bulan Kasada dalam penanggalan Tengger.

Keputusan untuk menutup total aktivitas wisata itu dengan mempertimbangkan surat dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan. Hal itu tertuang dalam surat pengumuman nomor PG.15/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/6/2021, penutupan akses menuju Gunung Bromo bagi wisatawan berlaku sejak Kamis, 24 Juni 2021 pukul 6.00 WIB hingga Sabtu, 26 Juni 2021 pukul 24.00 WIB.

“Ini juga saya kira difahami oleh tetua adat atau masyarakat Tengger mengingat usulan penutupan kunjungan wisatawan untuk masyarakat umum itu rekomendasi dari PHDI Probolinggo dan Pasuruan yang tujuannya yang kami tangkap salah satunya terkait pengendalian Covid-19,” ujarnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *