Rugi Setengah Miliar, Toko Lai Lai Malang Somasi Wisatawan Covid

Kuasa Hukum Toko Lai Lai Malang, Toha saat memberikan keterangan pers (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

[ad_1]

Akun Facebook atas nama Reza Fahd Adrian disomasi oleh Toko Lai Lai karena telah membuat supermarket di Kota Malang itu ditutup selama lima hari. Pasalnya, akun itu mengunggah aktivitas Reza Fahd yang sedang berbelanja oleh-oleh di toko tersebut, dalam kondisi positif Covid-19.

Toko Lai Lai ditutup lima hari yang lalu karena pelanggaran protokol kesehatan. Namun, sejak 11 Januari 2022, toko tersebut diizinkan buka kembali karena sudah melakukan test swab kepada karyawannya dan dinyatakan negatif Covid-19.

Kuasa Hukum Toko Lai Lai, Toha, mengatakan bahwa akibat postingan dari wisatawan Covid-19 tersebut, usaha kliennya menjadi sorotan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan mengalami kerugian akibat ditutup selama lima hari.

“Ini adalah somasi terbuka bagi yang membuat gaduh dan foto ketika di toko klien saya. Menyebabkan Toko Lai Lai merugi. Kami beri waktu 3×24 jam untuk meminta maaf dan mengklarifikasi postingan tersebut,” ujarnya pada Sabtu 12 Februari 2022.

Toha mengatakan selama lima hari tutup, ditaksir kerugian yang dialami oleh Toko Lai Lai mencapai Rp500 juta. Hal ini katanya terjadi, karena banyak kue basah yang basi dan buah-buahan tidak segar lagi. “Kerugian kurang lebih sekitar Rp500 juta. Karena banyak barang dari para UMKM seperti kue basah itu basi,” katanya.

Maka dari itu ujar Toha, jika yang bersangkutan tidak segera meminta maaf dan mengklarifikasi kejadian tersebut, pihaknya bakal membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kami akan melayangkan laporan ke kepolisian baik secara pidana maupun perdata. Kami ingin permintaan maaf dan klarifikasi di media, dan secara khusus permintaan maaf kepada Lai Lai,” ujarnya.

Toha menambahkan bahwa tidak ada penyebaran Covid-19 yang terjadi di Toko Lai Lai pasca dikunjungi oleh wisatawan tersebut. Seluruh karyawan dilakukan swab antigen secara berkala tiap dua pekan sekali.

“Seluruh karyawan ada 30 total, itu sudah vaksin semua. Itu adalah syarat masuk kerja. Setiap hari kami melakukan fogging, tempat cuci tangan, cek suhu dan aplikasi PeduliLindungi sudah kami sediakan,” katanya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.