Rumah di Jember Terbakar Saat Tidur Pulas, Korban Butuh Bantuan

  • Bagikan
Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api. (Foto: Istimewa)


Dua rumah milik Marsuki 50 tahun dan Rendi, warga Dusun Krajan Barat, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember, ludes dilalap si jago merah, Sabtu, 9 Oktober 2021 pukul 02.00 WIB dini hari. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Dalam kebakaran itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya ada anggota keluarga korban yang mengalami luka bakar ringan,” kata Kapolsek Sempolan, AKP Suhartanto, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Wahyuningsih 29 tahun, istri dari Rendi yang rumahnya berdekatan dengan rumah Marsuki. Ningsih saat itu terbangun dari tidur lantaran merasa panas.

Baru saja membuka mata, Ningsih kaget melihat jendela dan atap rumah Marsuki terbakar. Saat itu juga Ningsih membangunkan Marsuki sambil berteriak meminta tolong.

Marsuki bersama istri, Jumati, 45 tahun, langsung bangun dan berusaha menyelamatkan diri dengan menerobos kobaran api yang semakin membesar. “Jadi saat berusaha menyelamatkan diri, korban sempat terkena api. Korban hanya mengalami luka bakar ringan,” jelas Suhartanto.

Puluhan tetangga korban berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun karena banyak barang mudah terbakar, api semakin membesar. Bahkan sempat merembet membakar rumah milik Rendi, yang letaknya berdempetan dengan rumah Marsuki.

Api yang tak kunjung padam itu telah membakar seluruh isi rumah korban. Barang milik korban yang terbakar di antaranya dua unit sepeda motor, dua unit kulkas dan sebuah televisi 21 inch. “Seluruh isi rumah ludes terbakar, ada sepeda motor honda vario milik Rendi dan honda revo milik Marsuki,” tambah Suhartanto.

Selang beberapa menit kemudian anggota Polsek Sempolan dan tim pemadam kebakaran Pos Kalisat tiba di lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu 1,5 jam untuk memadamkan api tersebut.

Berdasarkan hasil olah TKP sementara, polisi menduga penyebab kebakaran itu berasal dari korsleting listrik. Sebab saat terjadi kebakaran, listrik di rumah korban padam. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp70 juta.

Galang Bantuan

Pasca kebakaran itu, untuk sementara korban tinggal di rumah saudaranya yang terletak tidak jauh dari rumah yang terbakar. Warga yang merasa prihatin melakukan penggalangan dana kepada warga untuk korban.

“Kami merasa prihatin, semua barang-barangnya ludes terbakar. Mulai sepeda motor, kulkas, televisi, dan mungkin termasuk adminduk dan barang-barang milik korban juga ludes,” kata tetangga korban, Muzayyin kepada Ngopibareng.id, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Selain membutuhkan makanan, saat ini korban juga membutuhkan pakaian. “Monggo (silakan) jika ada ada yang mau donasi. Bisa berbentuk sembako, pakaian bekas layak pakai dan lain-lain juga boleh. Warga yang mau berdonasi bisa diantar langsung kepada korban atau kami juga siap menyalurkan kepada korban,” jelas Muzayyin.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *